Sosialisasi yang dilaksanakan pada Sabtu malam tersebut dihadiri para pelaku UMKM dari wilayah sasaran KKN. Materi yang disampaikan terbagi menjadi dua bagian utama. Pertama, Metode Penganggaran (Budgeting Method) yang mencakup Metode 50/30/20—yang membagi pendapatan menjadi 50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, dan 20% tabungan atau investasi—serta Metode Zero Based yang mengharuskan setiap pengeluaran memiliki alokasi dan tujuan jelas sejak awal. Kedua, Business Model Canvas (BMC) yang berfungsi sebagai kerangka visual untuk merancang strategi pengembangan dan ekspansi bisnis, mulai dari identifikasi pelanggan hingga sumber pendapatan.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak membuat rancangan model bisnis masing-masing menggunakan BMC. Beberapa pelaku UMKM mengajukan pertanyaan seputar penerapan materi. Misalnya, salah satu peserta bertanya, “Kalau pendapatan saya tidak menentu setiap bulan, bagaimana cara menerapkan metode 50/30/20?” Danu menjawab, “Gunakan estimasi rata-rata penghasilan bulanan Anda. Saat pendapatan lebih rendah, kurangi porsi keinginan dan tetap prioritaskan kebutuhan pokok serta tabungan minimal.”
Pertanyaan lain datang dari peserta yang penasaran tentang perbedaan metode Zero Based dengan metode biasa. Danu menjelaskan, “Metode biasa sering hanya membagi pendapatan berdasarkan kebiasaan tahun sebelumnya, sedangkan Zero Based dimulai dari nol. Artinya, setiap pengeluaran harus punya alasan dan tujuan yang jelas.” Ada pula yang mengira bahwa BMC hanya untuk usaha besar. Danu menegaskan, “BMC justru sangat membantu UMKM karena memberikan gambaran visual yang sederhana tapi strategis.”
Di akhir acara, peserta mendapatkan poster materi sebagai panduan praktis dalam mengelola keuangan dan merancang strategi bisnis. Menurut Danu, tujuan utama kegiatan ini adalah agar UMKM mampu mengatur pendapatan dengan bijak sekaligus menyiapkan langkah ekspansi yang terarah dan berkelanjutan. “Dengan metode penganggaran yang tepat, pelaku UMKM bisa mengatur pendapatan secara bijak dan merencanakan ekspansi usaha yang berkelanjutan. Business Model Canvas akan membantu mereka melihat peluang dan strategi bisnis secara menyeluruh,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari peningkatan kualitas pengelolaan usaha di Desa Pakintelan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM yang lebih tangguh dan terencana.











