JATENGKU.COM, SEMARANG — Di tengah hiruk pikuk ekonomi lokal, tantangan klasik masih sering membayangi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yaitu pencatatan keuangan. Kertas bon menumpuk berantakan, kebingungan menghitung keuntungan bersih, hingga pencatatan uang masuk dan keluar yang tidak terkontrol menjadi beban pekerjaan rumah yang memakan waktu dan energi.

Berangkat dari keresahan inilah, mahasiswa Undip memunculkan sebuah inisiatif pendampingan secara digital untuk memberdayakan para pejuang ekonomi lokal, khususnya di Desa pedurungan Kidul.

Pada Senin pagi, 21 Juli 2025, sebuah kegiatan pendampingan intensif diadakan dengan tujuan utama memperkenalkan sebuah alat bantu praktis: Dashboard Keuangan Otomatis berbasis Excel. Pengenalan dashboard keuangan diikuti oleh sebagian kecil UMKM yang ada di Pedurungan Kidul.

Mengapa ini krusial? Mayoritas UMKM masih mengandalkan pencatatan manual. Metode ini tidak hanya rentan terhadap kesalahan, tetapi juga tidak mampu memberikan gambaran utuh tentang kesehatan bisnis secara cepat. Pelaku usaha sering kali tidak tahu pasti produk mana yang paling laris atau pos pengeluaran mana yang paling menguras kas. Akibatnya, keputusan bisnis penting seringkali hanya mengandalkan intuisi, bukan data. Dashboard ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN Undip jurusan Statistika, Rizma Agustin, sebagai bagian dari KKN-T Tim 104 pada Program Sosial Kemasyarakatan dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Riris Tiyani, S.Sos., M.Hum. Sasarannya adalah para pelaku UMKM di lingkungan sekitar, khususnya ibu-ibu berusia di atas 30 tahun yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Salah satu mitra utama dalam kegiatan ini adalah “Tahu Bakso Nabila”, sebuah usaha rumahan yang memproduksi tahu bakso dan camilan tradisional. Usaha Bu Yuli menjadi studi kasus nyata yang menunjukkan bagaimana implementasi dashboard dapat memberikan dampak langsung.

Bantu UMKM Semarang Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Catatan Keuangan Jadi Dashboard Cerdas Bantu UMKM Semarang Naik Kelas, Mahasiswa KKN UNDIP Sulap Catatan Keuangan Jadi Dashboard Cerdas

Pendampingan dirancang dengan pendekatan yang hangat dan mudah dicerna. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahap utama:

  1. Pengenalan Konsep: Peserta diajak berdiskusi tentang masalah keuangan yang mereka hadapi. Di sini, dashboard diperkenalkan sebagai solusi dengan prinsip utama: “Cukup input data harian di satu tempat, semua laporan selesai secara otomatis.”
  2. Praktik Langsung: Menggunakan studi kasus “Tahu Bakso Bu Yuli”, peserta dibimbing untuk mengisi daftar produk, mencatat contoh transaksi penjualan, dan memasukkan data pengeluaran belanja bahan baku.
  3. Analisis Sederhana: Tahap terakhir adalah belajar “membaca” dashboard. Peserta diajarkan cara mengidentifikasi produk paling profitable dan yang memiliki pengeluaran terbesar, sehingga mereka bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih cerdas.

Bu Yuli, pemilik usaha “Tahu Bakso Bu Nabila”, menuturkan “Kalau dicatat di buku memang repot sekali kalau mau tahu untungnya berapa. Setelah diajari pakai ini, saya sangat tertarik dan ternyata gampang. Cuma masukin penjualan harian, langsung kelihatan semua. Saya jadi tahu kalau penjualan paling banyak itu di akhir pekan. Sangat membantu sekali.”

Harapan kedepannya, solusi digital sederhana seperti ini dapat diadopsi oleh lebih banyak UMKM. Ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang memberikan ketenangan pikiran, efisiensi waktu, dan kepercayaan diri bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang dan naik kelas di era digital.

Editor: Handayat