Belajar Menjaga Diri Sejak Dini: Bakti Nusa Semarang Edukasi Anak TPQ di Kampung Nelayan Tanjungmas

Bakti Nusa Semarang menggelar kegiatan edukasi mengenai batasan diri dan pengenalan area sensitif tubuh bagi anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di kawasan Kampung Nelayan, Kelurahan Tanjungmas, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program wilayah Bakti Nusa Semarang selama bulan Ramadan yang berfokus pada kegiatan sosial, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kepedulian di tengah masyarakat.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 peserta TPQ ini berlangsung pada pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Program edukasi tersebut dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan agar materi dapat dipahami dengan baik oleh para peserta. Penyampaian materi dilakukan melalui metode gerak dan lagu serta drama, sehingga anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan mudah dipahami.

Menariknya, kegiatan ini dilaksanakan di area terbuka di kawasan pesisir Kampung Nelayan Tanjungmas, tepat di samping pantai. Suasana yang menyatu dengan alam tersebut menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan membuat anak-anak merasa lebih nyaman selama mengikuti kegiatan.

Dalam kegiatan ini, para peserta diperkenalkan mengenai konsep batasan diri serta pemahaman tentang bagian tubuh yang bersifat pribadi atau sensitif. Melalui permainan, gerakan, dan drama sederhana, anak-anak diajak memahami bahwa tubuh mereka harus dihargai dan dijaga, serta mereka memiliki hak untuk menolak sentuhan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.

 

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya keberanian untuk mengatakan “tidak” ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman. Anak-anak juga diajak memahami kepada siapa mereka dapat bercerita atau meminta bantuan, seperti orang tua, guru, maupun orang dewasa yang dipercaya.

Koordinator Bakti Nusa Wilayah Semarang, Mohammad Rofiul Azka Nahdi, mengatakan bahwa edukasi mengenai batasan diri sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak usia dini sebagai langkah preventif dalam upaya perlindungan anak.

 

“Anak-anak perlu memahami bahwa tubuh mereka berharga dan harus dijaga. Melalui pendekatan yang menyenangkan seperti gerak, lagu, dan drama, kami berharap pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami sehingga mereka berani menjaga batasan diri serta tidak takut untuk berbicara ketika merasa tidak nyaman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Bakti Nusa Semarang dalam menghadirkan ruang belajar yang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak di lingkungan masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, Bakti Nusa Semarang berharap anak-anak dapat memiliki pemahaman dasar mengenai pentingnya menjaga diri serta mengenali batasan tubuh sejak usia dini. Edukasi seperti ini juga diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran anak terhadap perlindungan diri di lingkungan sekitar, khususnya di kawasan masyarakat pesisir.

Informasi mengenai kegiatan dan program lainnya dapat diikuti melalui akun Instagram @baktinusasemarang.

 

Editor: Handayat

Tag