JATENGKU.COM, SUKOHARJO – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro sebagai bentuk implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diterjunkan langsung ke berbagai daerah untuk berinteraksi dengan masyarakat dan membantu menyelesaikan permasalahan lokal secara ilmiah dan kolaboratif.

Pada bulan Juli 2025, salah satu tim KKN Universitas Diponegoro, yaitu Tim KKN-T IDBU 29, melaksanakan pengabdian di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Tim ini mengusung tema “Pengembangan Sistem Surveilans Kesehatan dan Sumber Air untuk Mewujudkan Desa Peduli Kesehatan (DPK) dengan Dukungan Aplikasi Sistem Informasi Geografi (SIG)”.

Selain menjalankan program utama yang telah dirancang secara tim, setiap mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengembangkan program individu yang sesuai dengan latar belakang disiplin ilmu masing-masing.

Salah satu program individu diusung oleh Hasna Nur Afifah, mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Diponegoro, yang menginisiasi program edukatif mengenai bahaya campuran bahan kimia berbahaya dari produk pembersih rumah tangga.

Program ini berangkat dari keprihatinan atas rendahnya pemahaman masyarakat terhadap risiko pencampuran bahan kimia seperti pemutih, karbol, alkohol, dan pembersih serbaguna. Campuran yang keliru dapat menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk gas beracun, yang dapat membahayakan kesehatan manusia terutama keluarga terdekat.

Dokumentasi bersama ibu rumah tangga kader PKK Desa Plumbon, Kec. Mojolaban, Kab. Sukoharjo.

“Ibu-ibu yang datang menyimak dengan antusias dan sempat ada juga yang bertanya tentang bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan peralatan dapur berbahan stainless steel,” komentar Hasna mengenai respon peserta saat sosialisasi berlangsung.

Kegiatan sosialisasi dan edukasi dilaksanakan pada Minggu (13/07/2025) dengan sasaran utama ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK Desa Plumbon. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada fakta bahwa ibu rumah tangga merupakan pihak yang paling sering berinteraksi dengan bahan-bahan pembersih tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Selain penyampaian materi secara langsung, peserta juga menerima leaflet edukatif berisi ringkasan materi untuk memperkuat pemahaman dan menghindari kesalahpahaman informasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bahaya yang tersembunyi di balik penggunaan produk rumah tangga dan dapat menerapkan praktik yang lebih aman di lingkungan rumah. Program ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam upaya meningkatkan kesadaran dan mencegah risiko kecelakaan domestik akibat minimnya informasi terkait bahan kimia.

Penulis: Hasna Nur Afifah

Editor: Handayat