JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam KKNT IDBU Tim 22 di Desa Jurang Blimbing, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, melaksanakan program sosial kemasyarakatan bertajuk ” Penguatan Manajemen Paguyuban Ketoprak: Edukasi & Sosialisasi Tata Kelola Organisasi yang Berkelanjutan”

Kegiatan ini berfokus pada pemberian edukasi dan sosialisasi mengenai tata kelola organisasi yang baik, khususnya kepada Pengurus Paguyuban Kesenian Ketoprak Sri Mulyo di wilayah setempat. Tujuannya adalah mendorong transformasi paguyuban menjadi organisasi yang berdaya tahan, memiliki sistem kerja yang rapi, mampu beroperasi secara profesional di tengah perkembangan zaman, serta dapat terus berkembang secara berkelanjutan untuk menjaga kelestarian kesenian ketoprak di masa depan. Program ini merupakan inisiatif dari Sabrina Kristina Prameswari, mahasiswa jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro yang terlibat dalam program KKN Tematik di Desa jurang Blimbing Tembalang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 9 Agustus 2025 di kediaman Ketua Paguyuban Kesenian Ketoprak Sri Mulyo. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Paguyuban, Bapak Gimin. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi mengenai pengelolaan organisasi yang berkelanjutan dan profesional agar paguyuban ketoprak Sri Mulyo dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam pelestarian seni tradisional secara efektif dan terstruktur.

Dalam kegiatan ini, sesi diawali dengan edukasi mengenai pentingnya penguatan paguyuban sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisional. Ketua Paguyuban diberikan penjelasan untuk memahami alasan mengapa sebuah paguyuban harus dikelola secara serius dan berkelanjutan. Selanjutnya, disampaikan sejumlah tantangan nyata yang tengah dihadapi Paguyuban Kesenian Ketoprak Sri Mulyo antara lain minimnya anggota dan kurangnya regenerasi, terbatasnya promosi serta kesempatan tampil, keterbatasan pendanaan dan fasilitas, serta hambatan dalam komunikasi internal antar anggota.

Sebagai tindak lanjut dari identifikasi permasalahan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi tentang pengelolaan organisasi yang baik. Dalam sesi ini, disampaikan beberapa materi penting yang relevan untuk penguatan paguyuban diantaranya yaitu Struktur Organisasi Kesenian Ketoprak yang Efektif, Manajemen Komunikasi Internal, Strategi Pendanaan yang Sederhana dan Realistis, Kemudian Promosi dan Branding, Regenerasi Anggota Muda, serta Tips Mengelola Organisasi Paguyuban Kesenian secara lebih baik dan profesional.

Pak Gimin selaku Ketua Paguyuban Kesenian Ketoprak Sri Mulyo menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Tim KKN Tematik IDBU Universitas Diponegoro atas perhatian dan kepedulian yang diberikan terhadap kesenian lokal di wilayahnya. Ia mengapresiasi upaya mahasiswa yang tidak hanya datang untuk mengamati, tetapi juga aktif memberikan panduan konkret dalam mengelola organisasi berdasarkan hambatan dan permasalahan yang benar-benar dihadapi oleh paguyuban. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan semangat baru bagi para anggota untuk terus menjaga eksistensi ketoprak. Ia pun merespons kegiatan ini secara positif dan berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Editor: Handayat