JATENGKU.COM, Surabaya — Fenomena yang dikenal masyarakat sebagai Flash sale dan tanggal kembar telah menjadi perbincangan yang tidak asing di masyarakat. Flash sale dan tanggal kembar merupakan tanggal dan bulan dengan angka kembar seperti 12.12 yaitu momen promo besar-besaran yang diberikan e-commerce dengan stok terbatas, sehingga menimbulkan kecepatan pembeli.
Di balik perilaku konsumsi tersebut, terdapat dorongan psikologis yang kuat: Fear of Missing Out (FOMO) yaitu ketakutan tertinggal dari tren, pengalaman, atau simbol status sosial yang sedang populer (Chandradipta & Adi, 2023; Yulianto et al., 2024). Akankah FOMO mempengaruhi keuangan dari seorang individu dan kemajuan perekonomian di Indonesia?
FOMO memicu individu dalam konsumsi impulsif, yaitu individu membeli barang bukan karena kebutuhan tetapi karena dorongan emosional. Dorongan tersebut muncul akibat tren pasar global yang terus berkembang. Akibatnya pengeluaran individu akan membengkak dan dana pokok seperti tabungan, pendidikan, dan dana darurat seringkali terabaikan.
Terkadang karena kurangnya dana dalam pengeluaran gaya hidup individu akan mulai utang, seperti menggunakan kartu kredit, pay later, bahkan pinjaman online. Utang dapat mempengaruhi psikologis individu, seperti stres finansial, kecemasan terhadap masa depan, dan kesulitan menabung. Dalam jangka panjang, individu kehilangan peluang untuk berinvestasi dan membangun keamanan finansial, karena sumber daya finansial habis untuk konsumsi sesaat.
Dalam jangka pendek FOMO berdampak baik bagi perekonomian Indonesia karena dapat meningkatkan perputaran uang, mendukung sektor ritel, pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri digital, termasuk influencer marketing. Namun dalam jangka panjang FOMO memiliki dampak yang signifikan, seperti:
- Peningkatan Konsumsi Masyarakat
Dorongan untuk mengikuti tren seperti produk fesyen, gawai terbaru, konser, dan wisata memacu individu untuk terus berbelanja. Akibatnya pengeluaran individu semakin meningkat.
- Meningkatnya Utang Konsumtif
Banyak individu menggunakan fasilitas kredit seperti pay later, kartu kredit, dan pinjaman online untuk memenuhi gaya hidup yang sesuai dengan tren. Jika tidak diimbangi dengan kemampuan finansial yang memadai, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gagal memenuhi kewajiban bayar sehingga mengganggu stabilitas sektor keuangan.
- Penurunan Tingkat Tabungan dan Investasi
Ketika pendapatan lebih banyak digunakan untuk konsumsi daripada menabung atau berinvestasi, ketersediaan dana domestik untuk pembiayaan pembangunan dan investasi produktif menjadi terbatas. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
- Tekanan Inflasi dan Ketimpangan Sosial
Permintaan tinggi yang didorong oleh emosi dan tren berpotensi memicu inflasi sektoral. Selain itu, FOMO juga dapat memperlebar ketimpangan sosial, karena tidak semua lapisan masyarakat memiliki kemampuan finansial yang sama untuk mengikuti tren tersebut.
- Dampak terhadap Neraca Perdagangan
Banyak produk yang menjadi objek FOMO merupakan barang impor, seperti gawai dan produk fesyen merek global. Konsumsi berlebihan terhadap barang impor dapat memperburuk neraca perdagangan Indonesia, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan ekspor atau penguatan industri lokal.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi kegiatan FOMO:
- Batasi Waktu dalam Penggunaan Media Sosial
Hampir setengah waktu kehidupan individu diisi oleh media sosial. Jika media sosial terus menyajikan tren yang ada, maka individu akan terdorong untuk mengikuti tren. Oleh karena itu, perlunya membatasi waktu dalam menggunakan media sosial agar individu tidak tergiur oleh semua tren yang ada.
- Fokus pada Diri Sendiri
Meningkatkan kefokusan pada tujuan diri sendiri agar individu tidak terdistraksi oleh tren yang ada bahkan membandingkan dengan individu lain dan individu akan selalu mensyukuri dengan apa yang individu miliki.
- Tingkatkan Interaksi secara Langsung
Interaksi secara langsung dapat mengurangi individu dalam penggunaan media sosial, sehingga individu tidak gampang terdorong mengikuti tren yang sedang terjadi di media sosial.
- Tingkatkan Kesadaran Diri
Individu harus sadar tentang kemampuan finansial yang individu miliki agar pengeluaran bukan sesuai dengan gaya hidup, namun kebutuhan hidup.
- Tingkatkan Minat Literasi
Dengan minat baca tinggi, maka individu akan banyak membaca artikel dan jurnal utamanya dampak FOMO. Hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran diri dan meminimalisir dalam pembelian sesuai gaya hidup.
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yaitu ketakutan ketinggalan tren. Fenomena ini dapat meningkatkan konsumsi seorang individu. Jika dibiarkan terlalu lama, fenomena ini akan menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional seperti inflasi dan kesenjangan.
Oleh karena itu, masyarakat harus mengatasi fenomena ini dengan meningkatkan kesadaran diri tentang pentingnya membedakan antara kebutuhan hidup dan gaya hidup agar konsumsi individu tetap berada di batas sehat dan berkelanjutan.
Dengan upaya tersebut pertumbuhan perekonomian dalam jangka panjang akan membaik. Dengan demikian, pengendalian perilaku konsumsi berbasis kesadaran finansial menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas ekonomi individu maupun nasional.
DAFTAR PUSTAKA
- Chandradipta, V. T., & Adi, S. P. (2023). Pengaruh fenomena fear of missing out (FoMO) terhadap munculnya gaya hidup konsumtif pada masyarakat Indonesia. Jurnal Dekonstruksi, 11(4).
https://www.jurnaldekonstruksi.id/index.php/dekonstruksi/article/view/349 - Yulianto, M. D., dkk. (2024). Pengaruh fear of missing out (FoMO) di media sosial terhadap kesehatan keuangan generasi Z. Jurnal Bisnis Kreatif dan Inovatif (JUBIKIN), 1(2).
https://ejournal.arimbi.or.id/index.php/JUBIKIN/article/view/99 - Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Fear of missing out: A current review. Current Psychology, 14(1), 184–204.
https://www.cappsy.org/archives/vol14/no1/cap_14_01_09_en.pdf
Penulis: Kirana Danendra Daniswara, Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga







