JATENGKU.COM, SURAKARTA  — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam KKN-T Tim 153 Kelompok 2 melaksanakan kegiatan sosialisasi yang bertajuk “Transformasi Koperasi Sekolah”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (10/07/2025) dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan dihadiri secara antusias oleh para ibu anggota koperasi sekolah yang aktif berpartisipasi sepanjang kegiatan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong koperasi sekolah agar mampu menyesuaikan diri di era digital saat ini, melalui penguatan sistem kerja, digitalisasi pembayaran, serta peningkatan kualitas pelayanan. Ketiga isu tersebut dikemas dalam sesi edukatif yang menyenangkan dan interaktif, dengan pengantar materi dari tiga narasumber mahasiswa berdasarkan latar belakang keilmuan masing-masing.

Suasana kegiatan sejak awal terasa hidup. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif dalam bertanya dan berbagi pengalaman. Semangat mereka menjadi bukti bahwa koperasi sekolah masih memiliki peran penting dalam ekosistem pendidikan dan ekonomi mikro di lingkungan sekolah.

Di tengah diskusi, Ogi Hana Anggraika, mahasiswa Ilmu Komunikasi, membuka sesi materi dengan penjelasan tentang pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam sistem koperasi. Ia menekankan bahwa prosedur kerja yang jelas akan membantu koperasi bekerja lebih tertib, efisien, dan terhindar dari kebingungan peran di antara pengurus.

“Penerapan SOP bukan hanya soal kedisiplinan, tetapi bentuk komitmen terhadap profesionalitas. Koperasi sekolah juga layak memiliki sistem yang terstruktur seperti lembaga ekonomi lainnya,” ujar Hana. Ia memperkuat pemaparan tersebut dengan membagikan poster bertajuk “Koperasi Tertib, Sekolah Hebat” yang menggambarkan alur kerja ideal dalam pengelolaan koperasi.

Tak berselang lama, materi mengenai digitalisasi pembayaran menjadi fokus pembahasan berikutnya. Leviana Maharani yang merupakan mahasiswa dari Jurusan Informasi dan Hubungan Masyarakat, mengajak peserta memahami pentingnya adopsi sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran koperasi yang modern.

“Dengan pemaparan materi terkait modernisasi pembayaran koperasi melalui sistem QRIS, diharapkan koperasi mulai mempertimbangkan penggunaan sistem pembayaran digital. Hal ini akan meningkatkan efisiensi transaksi serta menjadikan koperasi terlihat lebih adaptif dan kekinian,” ujar Leviana. Ia turut membagikan poster berjudul “QRIS: Cepat dan Praktis” sebagai panduan visual bagi peserta untuk memahami penggunaan QRIS secara sederhana.

Peserta sosialisasi menunjukkan poster edukatif yang dibagikan oleh mahasiswa KKN-T UNDIP sebagai bagian dari materi peningkatan sistem kerja, digitalisasi pembayaran, dan pelayanan koperasi sekolah, Kamis (10/07/2025).

Sebagai penutup pada akhir sesi materi, Silvana Adelia Maharani dari Jurusan Bahasa Asing Terapan, membahas aspek yang kerap dianggap sepele namun krusial: pelayanan atau customer service dalam koperasi. Silvana menjelaskan bahwa pelayanan yang ramah, sopan, dan profesional akan meninggalkan kesan positif serta meningkatkan kenyamanan anggota dalam bertransaksi.

Tidak hanya menyampaikan materi secara teori, Silvana juga mengajak para peserta untuk langsung berlatih praktik customer service melalui simulasi sederhana. Dalam praktik tersebut, para ibu diajak mencoba menjadi petugas koperasi yang melayani pelanggan dengan sikap ramah, penggunaan bahasa sopan, dan gestur yang menghargai. Simulasi ini pun disambut antusias dan tawa riang dari para peserta, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan membekas.

“Pelayanan bukan hanya soal menyapa atau senyum, tapi tentang bagaimana kita membuat anggota koperasi merasa dihargai. Praktik kecil ini diharapkan dapat diterapkan langsung di koperasi sekolah,” ucap Silvana. Ia melengkapi pemaparannya dengan poster edukatif “Jadilah Wajah Koperasi yang Ramah dan Profesional”.

Kegiatan ini pun ditutup dengan sesi diskusi bersama dan penyampaian kesan dari para peserta. Banyak dari mereka menyampaikan rasa terima kasih serta harapan agar kegiatan serupa bisa terus diadakan. Mereka juga menyatakan keinginan untuk mulai mengadopsi sebagian dari materi yang disampaikan, seperti QRIS dan pola pelayanan koperasi yang lebih ramah.

Bagi Tim KKN-T 153 Kelompok 2 Universitas Diponegoro (UNDIP), kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari penerapan ilmu yang tidak hanya berhenti di ruang kelas, namun hadir secara langsung di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar penyuluhan, sosialisasi ini menjadi ruang kolaboratif yang menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata koperasi sekolah.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, diharapkan KPRI SMKN 4 Surakarta bisa melangkah menuju koperasi yang lebih tertib, adaptif secara digital, dan unggul dalam pelayanan.

Editor: Handayat