JATENGKU.COM, BATANG — Untuk menumbuhkan kecintaan menanam sejak dini, mahasiswa KKN-T Tim 41 Universitas Diponegoro (Undip) mengadakan kegiatan edukatif bertema pertanian di Madrasah Diniyah Dusun Cepoko pada Selasa (22/7/2025).
Kegiatan ini mengajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam penanaman sayuran kangkung yang dikenal sebagai sayur cepat panen, melalui metode vertikultur menggunakan botol plastik bekas. Tujuannya tidak hanya untuk mengajarkan cara menanam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pentingnya menjaga ketahanan pangan dan cinta terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan dimulai dengan sesi edukasi yang berlangsung di Madrasah Diniyah pada minggu kedua masa KKN. Dalam sesi ini, mahasiswa menyampaikan materi mengenai pentingnya kegiatan menanam bagi keberlangsungan hidup, kesehatan, dan ketahanan pangan Indonesia. Anak-anak diperkenalkan dengan konsep dasar menanam, manfaat dari tanaman sayuran, serta pentingnya pemanfaatan lahan sempit di sekitar rumah dengan metode vertikultur.

Pada pertemuan selanjutnya, anak-anak langsung dilibatkan dalam kegiatan praktik menanam. Mereka belajar mengisi botol bekas yang disusun bertingkat dengan media tanam seperti tanah, sekam, dan kompos.
Selanjutnya, anak-anak memindahkan bibit kangkung ke dalam media tersebut dengan antusias. Proses ini didampingi secara langsung oleh mahasiswa KKN agar anak-anak memahami setiap tahapan penanaman dengan benar.
Setelah tahap penanaman, mahasiswa KKN melakukan monitoring bersama anak-anak terhadap pertumbuhan tanaman setiap minggunya. Monitoring meliputi pengecekan kelembaban media tanam, penyiraman yang tepat, serta pengamatan pertumbuhan daun dan batang kangkung. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab serta memberikan pengalaman langsung dalam merawat tanaman sampai panen.
Metode vertikultur dipilih karena ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan ruang. Selain itu, pemanfaatan botol plastik bekas juga memberikan nilai edukatif tentang daur ulang sampah rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi anak-anak untuk mulai menanam di rumah masing-masing dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Kegiatan KKN ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi pertanian tidak harus dilakukan secara rumit. Melalui pendekatan sederhana namun aplikatif seperti ini, anak-anak mampu memahami nilai penting dari aktivitas bertani. Mahasiswa berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan positif dan membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari anak-anak serta masyarakat Dusun Cepoko secara luas.
Penulis:
– Almas Dhiya Ulhaq ( Agroekoteknologi – FPP)
– Afifah Aura Zhafirah ( Ekonomi – FEB)










