JATENGKU.COM, Boyolali – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 34 melaksanakan program kerja bertajuk “Pengembangan Produk UMKM Berbasis Potensi Komoditas Lokal melalui Pendampingan Pemanfaatan Bahan Lokal” di Desa Teras, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan ini menyasar UMKM Kumala Snack, salah satu pelaku usaha lokal yang selama ini aktif memproduksi berbagai makanan ringan seperti keripik jamur, pangsit, stik, onde-onde, hingga pie dengan aneka varian selai. Meski produknya cukup beragam, Kumala Snack masih belum memiliki produk unggulan yang benar-benar memanfaatkan komoditas lokal Desa Teras sebagai ciri khas usaha.
Melihat potensi tersebut, Junistya, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, melakukan pemetaan komoditas lokal yang tersedia di Desa Teras. Komoditas yang ditemukan antara lain pepaya, jagung, bunga telang, bunga kenanga, serai wangi, semangka, dan melon. Berbagai bahan lokal ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
Sebagai bentuk pendampingan, mahasiswa KKN-T UNDIP menyusun sebuah booklet edukatif yang berisi informasi potensi komoditas lokal, peta persebarannya, serta contoh inovasi produk UMKM berbasis bahan lokal. Booklet ini juga dilengkapi dengan penjelasan proses pengolahan yang disusun secara sederhana agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM.

Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan pada 26 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, pemilik dan pengelola UMKM Kumala Snack menunjukkan antusiasme yang baik saat menerima penjelasan mengenai inovasi pemanfaatan bahan lokal dalam pengembangan produk.
Pemilik UMKM Kumala Snack, Bu Sumiati, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa KKN-T UNDIP. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan sudut pandang baru dalam melihat potensi usaha yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas pendampingan dan booklet yang diberikan. Memang betul, di Desa Teras ini ada beberapa komoditas lokal yang menjadi unggulan. Selama ini belum terpikir untuk mengolahnya menjadi produk usaha. Ke depannya, saya akan mencoba mengembangkan inovasi produk dari potensi yang ada secara bertahap,” ujar Bu Sumiati.
Sementara itu, Junistya menjelaskan bahwa program kerja ini dirancang untuk mendorong penguatan identitas produk UMKM agar mampu bersaing secara lebih luas.
“Tujuan dari program kerja ini adalah menggali potensi UMKM Kumala Snack yang sebenarnya sudah sangat baik, kemudian mengembangkannya melalui penguatan ciri khas produk berbasis komoditas lokal. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar Desa Teras, diharapkan produk UMKM tidak hanya memiliki nilai tambah, tetapi juga identitas yang kuat sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar,” jelas Junistya.
Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam penerapan inovasi tersebut. Kebiasaan produksi yang telah berjalan sebelumnya membuat pelaku UMKM membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ide pengembangan produk baru berbasis komoditas lokal. Oleh karena itu, penerapan inovasi diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi usaha.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM Kumala Snack dapat mulai mengembangkan produk berbasis komoditas lokal sebagai identitas usaha. Selain meningkatkan nilai tambah produk, pemanfaatan bahan lokal juga diharapkan mampu memperkuat branding, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong penguatan ekonomi lokal Desa Teras secara berkelanjutan.
Penulis: Junistya Tri H.P, Mahasiswa KKN-T Undip Tim 34 Tahun 2026










