JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 110 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program kerja Sosial Masyarakat (Sosmas) berupa pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) kepada anak-anak stunting di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ariela Najma Salwandita, mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Undip, yang secara aktif menggagas dan melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam upaya penanggulangan stunting di masyarakat.

Pemeriksaan dilakukan secara door to door pada tiga hari pelaksanaan, yakni 15 Juli, 22 Juli, dan 28 Juli 2025. Sebanyak 16 anak dengan kondisi stunting menjadi sasaran pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mendeteksi risiko anemia yang sering menyertai kondisi stunting.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 8 dari 16 anak yang diperiksa memiliki kadar Hb di bawah normal, yang menandakan adanya anemia ringan hingga sedang. Temuan ini menjadi perhatian penting karena anemia pada anak dapat berdampak pada tumbuh kembang, kemampuan belajar, serta kekebalan tubuh mereka.

Orang tua dan anak-anak stunting di Kelurahan Jabungan, Semarang, menunjukkan antusiasme saat mengikuti program pemeriksaan kadar hemoglobin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKN Undip dalam menanggulangi masalah stunting di masyarakat.

Ariela menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan intervensi awal dalam bentuk skrining kesehatan sekaligus edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pencegahan anemia pada anak. “Banyak orang tua belum mengetahui bahwa stunting sering kali berkaitan dengan anemia. Dengan mengetahui kadar Hb anak sejak dini, intervensi bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Arwinda Nugraheni, S.K.M., M.Epid., yang juga menekankan pentingnya pendekatan preventif berbasis masyarakat dalam penanganan masalah kesehatan anak.

Selain pemeriksaan, Ariela bersama tim KKN juga memberikan edukasi tentang makanan sumber zat besi, cara meningkatkan penyerapan zat besi secara alami, serta pentingnya konsumsi vitamin dan mineral lainnya untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Pihak kelurahan dan kader kesehatan setempat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap adanya tindak lanjut dari Dinas Kesehatan maupun pihak puskesmas untuk pemantauan dan penanganan lanjutan bagi anak-anak yang terdeteksi anemia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting dan anemia.

Editor: Handayat