JATENGKU.COM, Batang — Upaya pengembangan Balai Desa Kenconorejo di Desa Kenconorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, dilakukan melalui pemaparan visual desain yang dilaksanakan pada 6 Februari 2026. Kegiatan ini memberikan gambaran awal mengenai penataan balai desa agar lebih fungsional dan mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Aisyah Bintang Utami, mahasiswa Program Studi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, melaksanakan kegiatan pemaparan visual ini sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM I Universitas Diponegoro Tahun 2026. Melalui program kerja tersebut, ia menyusun dan menyajikan visualisasi desain Balai Desa Kenconorejo sebagai sarana komunikasi awal bersama perangkat desa dalam membahas arah pengembangan balai desa sebelum memasuki tahap perencanaan lanjutan.

Fokus utama kegiatan ini adalah penyusunan visualisasi pengembangan balai desa yang disajikan dalam bentuk model tiga dimensi dan gambar digital realistis. Visualisasi tersebut menampilkan gambaran penataan ruang, pengolahan fasad bangunan, serta fungsi ruang di dalam bangunan, sehingga rancangan dapat dipahami secara menyeluruh oleh pihak desa.

Sebelum penyusunan visualisasi desain, dilakukan pengukuran lahan secara langsung untuk memperoleh data kondisi eksisting. Pengukuran meliputi batas lahan, orientasi bangunan, serta kondisi tapak guna memastikan visualisasi yang dibuat sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

BALAI DESA
Visualisasi pengembangan desain Balai Desa Kenconorejo mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2026.

Proses pemodelan dilakukan menggunakan software SketchUp versi 2023 untuk membangun model tiga dimensi bangunan. Selanjutnya, desain divisualisasikan dalam bentuk gambar digital yang menyerupai kondisi nyata menggunakan software Enscape 4.3, dengan pengaturan pencahayaan dan material, sehingga tampilan bangunan dapat terlihat lebih jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat maupun perangkat desa.

Hasil visualisasi mencakup tampilan luar bangunan dari berbagai sudut pandang serta visual ruang dalam, seperti aula rapat, ruang pelayanan masyarakat, dan ruang kerja perangkat desa. Seluruh visualisasi disusun sebagai gambaran konseptual awal pengembangan balai desa.

Pemaparan hasil desain kepada perangkat Desa Kenconorejo.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi pemaparan hasil visualisasi di hadapan perangkat Desa Kenconorejo. Dalam sesi tersebut, perangkat desa diberikan kesempatan untuk melihat, memahami, serta memberikan masukan terkait fungsi ruang, aksesibilitas, dan kesesuaian rancangan dengan aktivitas pelayanan desa sehari-hari.

Secara umum, kegiatan pemaparan visual memperoleh tanggapan positif. Visualisasi desain yang disajikan belum bersifat final, namun digunakan sebagai acuan awal dalam memahami orientasi bangunan serta pemanfaatan dan pembagian ukuran lahan. Hasil visualisasi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan lanjutan, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan masyarakat, kondisi tapak, serta kemampuan anggaran desa.

Melalui program kerja ini, diharapkan Balai Desa Kenconorejo dapat memiliki arah pengembangan yang lebih terencana dan terukur, sehingga ke depannya mampu menjadi fasilitas desa yang representatif, nyaman, dan mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Editor: Handayat

Tag