JATENGKU.COM, SEMARANG — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pedurungan Kidul, Kota Semarang, kini mulai menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menghitung keuntungan usaha mereka. Inisiatif ini merupakan hasil pendampingan dan kolaborasi dengan mahasiswa Universitas Diponegoro, khususnya dalam program pengabdian masyarakat.
Sebagai salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro yang terlibat langsung dalam kegiatan ini, saya melihat adanya kebutuhan mendesak di kalangan pelaku UMKM terhadap sistem pencatatan dan penghitungan laba yang lebih terstruktur. Sebelumnya, banyak pelaku usaha di desa ini masih menghitung keuntungan secara manual dan tidak terdokumentasi dengan baik, yang berisiko menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan usaha.

Dalam pendampingan ini, kami membantu UMKM menyusun SOP sederhana namun efektif, yang mencakup langkah-langkah seperti pencatatan pendapatan harian, pengelompokan biaya tetap dan variabel, serta evaluasi berkala terhadap hasil usaha. SOP ini dirancang agar mudah dipahami oleh pelaku UMKM dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
Penerapan SOP ini membawa dampak positif yang nyata. Beberapa pelaku usaha, seperti pemilik toko kelontong, pengusaha makanan ringan, dan pengrajin lokal, kini sudah mampu mengetahui besarnya laba bersih yang mereka hasilkan setiap bulan. Hal ini tidak hanya membantu mereka dalam perencanaan bisnis, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik.
Melalui kolaborasi ini, kami berharap UMKM di Desa Pedurungan Kidul semakin maju dan mandiri secara finansial. Program seperti ini juga menjadi bukti nyata bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi desa.











