JATENGKU.COM, Magelang – Persoalan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan serius di kawasan pedesaan berdasarkan data Kementria Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tercatat 40-60 persen sampah nasional berasal dari aktivitas rumah tangga. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, timbulan sampah harian mencapai 668,71 ton per hari.

Menjawab hal tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) Periode 2026 menginisiasi program “Pengelolaan Sampah Berbasis Pemilahan dan Komposter Rumah Tangga” di Dusun Dalangan, Desa Banyusari. Kegiatan ini diarahkan untuk mendorong masyarakat membiasakan pemilahan dan pengelolaan sampah dari lingkungan rumah tangga.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (2/2/2026) pukul 09.00 WIB di TPQ Al-Jihad, Dusun Dalangan ini berlangsung secara partisipatif dan melibatkan berbagai pihak, Sosialisasi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu bahkan mendapatkan dukungan dari Ibu Endrianingsih Yunita, S.P. yang merupakan penggiat lingkungan sekaligus menjadi salah satu inisiator dalam upaya pengelolaan sampah di tingkat Dusun Dalangan.

Di Dusun Dalangan, Desa Banyusari, Generasi Muda Dalangan (GARMADA) berperan sebagai penggerak pengelolaan sampah rumah tangga dan secara aktif meningkatkan kesadaran warga terhadap isu sampah, khususnya dalam mendorong kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih tertib dan berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Ketua Tim KKN Untidar, Dhani Ahsan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kemandirian warga dalam pengelolaan sampah.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak sesaat, tetapi mampu membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan Ketua Pemuda Pengelola Bank Sampah, Mas Wawan, yang mengajak warga untuk mengubah pola berpikir dari sekadar membuang sampah menjadi mengelolanya secara bijak. Ia menekankan bahwa peran ibu-ibu sangat penting dalam memilah sampah sejak dari rumah, sebelum disetorkan ke pengelola bank sampah atau diolah lebih lanjut.

Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Dalangan, Bapak Susilo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN dan berharap kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap tata kelola kebersihan lingkungan di wilayahnya.

Sinergi ini mendorong pengelolaan sampah rumah tangga tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi diwujudkan melalui praktik nyata seperti pengomposan dan pembuatan biopori kompos, sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Sesi utama diisi oleh Bapak Muhaimin, perwakilan dari DLH Kecamatan Tegalrejo. Ia memaparkan pentingnya pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu, pemanfaatan lubang biopori, serta penggunaan komposter drum untuk mengolah sampah organik.

“Kunci pengelolaan sampah ada pada prinsip 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle. Sampah organik jika dikelola dengan benar tidak menjadi sumber penyakit, tetapi justru menyuburkan tanah,” jelasnya.

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengomposan menggunakan metode drum komposter sederhana dari galon bekas air mineral yang dipandu langsung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang. Melalui praktik tersebut, warga dapat melihat bahwa sampah dapur memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat serta dapat membantu mengurangi sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuang.

Selain pengolahan sampah organik dengan drum komposter, sosialisasi ini juga memperkenalkan biopori sebagai alternatif pengelolaan sampah rumah tangga. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang menjelaskan konsep dan cara pembuatan biopori sederhana menggunakan paralon berlubang yang ditanam ke dalam tanah dan diisi sampah organik. Metode ini bermanfaat untuk meningkatkan daya resap tanah serta mendukung pengolahan sampah organik di lingkungan rumah tangga.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan kehadiran Endrianingsih Yunita, SP, Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang juga merupakan warga setempat. Ia tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga berbagi pengalaman nyata dalam menerapkan pengelolaan sampah di rumah tangga.

“Pengelolaan sampah bukan sekadar teori, tetapi harus menjadi gaya hidup sehari-hari,” ungkapnya.

Sebagai bukti nyata, Endrianingsih mengajak peserta untuk meninjau langsung hasil pengelolaan sampah di halaman belakang rumahnya. Di sana, warga melihat bagaimana sampah rumah tangga telah berhasil diolah menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanaman, membuktikan bahwa konsep zero waste skala rumah tangga sangat mungkin diterapkan.

Melalui kegiatan ini, Dusun Dalangan diharapkan dapat berkembang menjadi desa percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang bersih, sehat, dan masyarakat yang berdaya secara ekologis.

Editor: Handayat

Tag