Tlompakan, 25 September 2025 — Irama musik Nusantara menggema setiap sore dari posko KKN Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) di Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Dari tempat sederhana itu, tampak sekelompok anak-anak menari dengan wajah ceria, mengikuti setiap arahan dari kakak-kakak mahasiswa KKN yang dengan sabar membimbing mereka.
Program les tari Nusantara menjadi salah satu kegiatan unggulan mahasiswa KKN UPGRIS selama menjalankan pengabdian di Desa Tlompakan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan dua kali setiap minggu, yakni setiap Selasa dan Jumat sore, bertempat di posko KKN yang sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak desa.
Menumbuhkan Cinta Budaya Sejak Dini
Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap kebudayaan Indonesia sekaligus mengembangkan bakat seni anak-anak di pedesaan. Melalui gerak, irama, dan ekspresi, mahasiswa KKN berusaha mengenalkan beragam tarian tradisional dari berbagai daerah di Nusantara.
Beberapa tarian yang diajarkan antara lain “Manuk Dadali” dari Jawa Barat, “Prau Layar” dari Jawa Tengah, serta “Kembang Jawa” yang sarat makna filosofis dan keindahan gerak.
Anak-anak tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi latihan. Mereka belajar mengenal langkah dasar, pola irama, hingga makna di balik setiap gerakan tarian. Bahkan, beberapa anak sudah mampu menghafal satu tarian penuh hanya dalam beberapa kali pertemuan.

Disambut Positif oleh Warga Desa
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga Desa Tlompakan. Para orang tua mengaku bangga melihat anak-anak mereka belajar menari sambil mengenal kebudayaan daerah lain.
“Kami senang anak-anak bisa belajar hal positif seperti ini. Mereka jadi tahu tarian dari berbagai daerah dan lebih mencintai budaya sendiri,” ujar salah satu warga dengan penuh semangat.
Kepala Desa Tlompakan juga turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dan bernilai budaya bagi masyarakat.
Menuju Pentas Penutupan KKN
Sebagai bentuk apresiasi, hasil latihan anak-anak ini rencananya akan dipentaskan pada acara penutupan KKN UPGRIS Desa Tlompakan. Momen ini diharapkan menjadi ajang bagi mereka untuk menunjukkan hasil kerja keras, kedisiplinan, serta semangat belajar selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan les tari Nusantara ini, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya berbagi ilmu dan waktu, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap seni dan kebudayaan Indonesia sejak dini.
Dengan semangat kebersamaan, gerak lincah, dan tawa riang anak-anak Tlompakan, budaya Nusantara kembali hidup — tak hanya dalam irama dan gerakan, tetapi juga dalam hati generasi penerus bangsa.











