JATENGKU.COM, KAB. SEMARANG – Mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 17 melaksanakan salah satu program kerja unggulan di Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat. Melalui divisi Pendidikan dan Literasi Digital, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 17 UPGRIS mengadakan kegiatan Pengenalan Coding yang ditujukan kepada siswa kelas 5 dan 6 di SDN Nyatnyono 01.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada Selasa-Rabu, 9-10 September 2025, bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai logika pemrograman sekaligus menumbuhkan minat siswa sekolah dasar terhadap dunia teknologi informasi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Siswa diperkenalkan pada konsep coding melalui permainan edukatif serta simulasi dasar yang mudah dipahami oleh anak-anak usia sekolah dasar.
Ketua Devisi Pendidikan & Literasi Digital Kelompok 17 KKN UPGRIS menyampaikan bahwa program ini dirancang sebagai wujud kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dasar. Menurutnya, pengenalan teknologi sejak dini sangat penting agar anak-anak mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman.

“Melalui program ini kami berharap siswa dapat mengenal dunia pemrograman, memahami logika dasar teknologi, serta menumbuhkan rasa ingin tahu untuk belajar lebih lanjut. Pengenalan coding bukan hanya soal menulis kode, tetapi juga melatih pola pikir sistematis, kreatif, dan problem solving,” ujarnya.
Pihak sekolah, dalam hal ini Kepala SDN Nyatnyono 01, menyambut baik program kerja mahasiswa KKN UPGRIS tersebut. Beliau menilai kegiatan pengenalan coding sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN yang telah memberikan pengalaman baru bagi siswa kami. Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak semakin termotivasi untuk belajar dan mengenal teknologi,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias dan aktif berpartisipasi. Banyak di antara mereka yang mampu memahami instruksi sederhana dan mencoba mengembangkan kreativitas melalui praktik langsung. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis teknologi dapat diterima dengan baik bahkan sejak tingkat sekolah dasar.
Program pengenalan coding yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UPGRIS ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi siswa dalam menghadapi tantangan dunia digital. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah maupun masyarakat sekitar untuk terus mendukung peningkatan literasi digital sejak usia dini.











