JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 110 melaksanakan kegiatan Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN). Kegiatan ini dilakukan di tiga wilayah berbeda, yaitu RW I, RW II, dan RW XV pada hari Jumat di setiap minggunya. Langkah ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan memastikan tempat-tempat penampungan air di lingkungan warga terbebas dari jentik nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit DBD masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang mengkhawatirkan di Kelurahan Pudakpayung. Berdasarkan catatan Puskesmas setempat, beberapa kasus DBD dalam beberapa tahun terakhir terjadi akibat rendahnya kesadaran warga untuk memeriksa dan membersihkan tempat penampungan air di rumah masing-masing. Tempat penampungan air seperti bak mandi, gentong, dan drum yang tidak dibersihkan secara rutin menjadi lokasi ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Oleh karena itu, kegiatan PJN ini menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan jumlah kasus DBD di wilayah tersebut.

Anggota Tim KKN-T 110 UNDIP, Nadia, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama kader kesehatan setempat. “Kami turun langsung mendampingi kader melakukan pemeriksaan di rumah-rumah warga. Pemeriksaan dilakukan baik di dalam maupun luar rumah untuk melihat apakah ada jentik nyamuk di penampungan air. Hasil pemeriksaan tersebut kami catat di Form Pemantauan Jentik per RT untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Mahasiswa KKN Undip melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di salah satu rumah warga di Kelurahan Pudakpayung, Semarang. Kegiatan PJN ini dilakukan secara rutin di tiga wilayah RW untuk memastikan tempat penampungan air bebas dari jentik Aedes aegypti.

Dalam pelaksanaannya, tim KKN bersama kader memeriksa berbagai lokasi rawan jentik seperti bak mandi, pot bunga yang menampung air hujan, talang air, gentong, dan wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Setiap rumah yang ditemukan positif terdapat jentik nyamuk akan ditandai dalam lembar laporan. Data yang terkumpul kemudian direkap per RT dan disampaikan kepada pihak kelurahan untuk koordinasi langkah lanjutan, seperti pemberian larvasida atau penyuluhan tambahan bagi warga.

Warga menyambut baik kehadiran tim KKN dan kader yang berkeliling melakukan pemeriksaan. Bapak Joko, warga RW II, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mengingatkan dirinya untuk lebih rutin menguras dan membersihkan bak mandi. “Kadang saya lupa membersihkan bak karena kelihatannya bersih. Padahal bisa saja ada jentiknya. Dengan adanya pemeriksaan ini jadi lebih waspada,” tuturnya.

Kegiatan PJN ini juga mendapat apresiasi dari pihak kelurahan. Ibu Endah, salah satu kader, mengatakan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN membantu mempercepat proses pemeriksaan dan pendataan. “Biasanya kami melakukan pemeriksaan sendiri dan butuh waktu lama. Dengan bantuan adik-adik KKN, pemeriksaan jadi lebih cepat dan datanya langsung rapi untuk dilaporkan,” ujarnya.

PJN ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja KKN UNDIP di Kelurahan Pudakpayung yang berlangsung selama lebih dari satu bulan. Selain PJN, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi kesehatan terkait pencegahan DBD, cacingan, anemia, dan lain sebagainya kepada siswa sekolah dasar serta mengadakan program cek kesehatan gratis untuk warga. Seluruh kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan demi mencegah penyakit menular.

Editor: Handayat