JATENGKU.COM, Surabaya — Bagi sebagian orang, kesehatan hewan adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dijaga. Terlebih lagi bagi mereka yang memiliki hewan ternak ataupun hewan peliharaan, tentunya mereka memiliki tanggung jawab untuk merawat dan melindungi hewan kesayangan mereka dari berbagai penyakit.

Namun, seringkali para pemilik hewan tersebut merasa kebingungan kemana mereka harus membawa hewan peliharaan mereka jika sudah terlanjur terserang penyakit. Untungnya, di Surabaya telah berdiri sebuah rumah sakit hewan yang dinaungi oleh Universitas Airlangga sejak tahun 2018.

Rumah sakit hewan ini dikenal dengan nama Rumah sakit hewan pendidikan Universitas Airlangga, atau biasa disingkat RSHP. Di rumah sakit ini dilakukan berbagai aktivitas pelayanan antara lain; poliklinik, bedah, rawat inap, pemeriksaan darah, pemeriksaan radiografi hingga layanan farmasi.

Para tenaga medis dan tenaga yang kesehatan yang bertugas di rumah sakit ini—yang kebanyakan adalah mahasiswa dari Universitas Airlangga—tentunya telah dibekali keahlian dan kompetensi yang sangat unggul di bidang kesehatan hewan, sehingga mereka siap memberikan pelayanan dan penanganan terbaik bagi setiap pasien.

Menariknya lagi, RSHP juga menerima pasien hewan yang cukup beragam, mulai dari hewan peliharaan seperti anjing dan kucing, hingga hewan eksotik seperti burung merak bahkan reptil seperti ular yang ditempatkan di lantai 1.

Selain dari segi pelayanan, fasilitas yang diberikan oleh RSHP Universitas Airlangga menunjang penuh kegiatan pelayanan yang berlangsung di dalamnya. Berikut ialah beberapa fasilitas yang ada di RSHP Universitas Airlangga :

Di lantai 1 terdapat:

1. Ruang Transisi

Ruangan ini dapat disebut juga Ruang rawat inap, karena digunakan untuk menampung hewan yang memerlukan rawat inap. Terdapat ruang Transisi 1 dan juga Transisi 2 yang tempatnya berhadapan, ruang Transisi 1 bisa menampung 5 sampai 6 hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Sedangkan ruang Transisi 2 memiliki ukuran yang lebih kecil, sehingga hanya digunakan untuk menampung hewan yang membutuhkan penghangat. Namun, kedua ruangan ini hanya boleh menampung pasien dengan penyakit non-infectious atau penyakit tidak menular.

2. Lorong Mobilisasi

Masih di lantai yang sama, terdapat lorong mobilisasi sebagai jalan yang berada di depan ruang transisi, yang dapat dilewati untuk memantau kondisi pasien yang berada di dalam ruang transisi karena di pintunya telah dilengkapi jendela kaca yang ukurannya tidak terlalu besar.

Di lantai 2 terdapat ruang Laboratorium yang cukup besar, di dalam ruangan ini ada dua alat yaitu alat yang digunakan untuk pemeriksaan biokimia darah dan alat pemeriksaan darah lengkap. Keduanya dapat mendukung prosedur diagnosis secara tepat dan tepat, sehingga pengendalian dan penanganan penyakit pada pasien dapat dilakukan sesuai diagnosis.

Di lantai 3 adalah fasilitas penanganan dan tindakan medis lanjut, yang juga tidak kalah lengkap fasilitasnya.

1. Ruang Operasi

Terdapat tiga ruang operasi di lantai ini, ruang operasi 1 dan 2 yang paling sering digunakan untuk tindakan yang membutuhkan prosedur pembedahan. contoh tindakan yang dilakukan di ruangan ini adalah tindakan Steril atau Kastrasi. Tindakan Kastrasi adalah yang dilakukan untuk mengangkat organ reproduksi pada hewan agar mereka tidak bisa berkembang biak lagi. Ruangan operasi harus tetap steril, untuk itu segala persiapan sebelum operasi bagi pasien dilakukan di ruangan terpisah yaitu Ruang Anestesi

2. Ruang Obat–Premedikasi

Ruangan ini digunakan untuk memberikan obat premedikasi yang bertujuan untuk mengurangi dosis anestesi utama dan menjaga kestabilan pasien sebelum tindak operasi dilakukan. Ruangan ini juga bisa disebut ruang pasien sementara.

3. Ruang Ultrasonografi

Ruangan ini digunakan untuk melakukan prosedur pencitraan yang menghasilkan gambar bagian organ dalam hewan. Ruang ini digunakan ketika perlu memantau kondisi kehamilan hewan.

Rumah sakit hewan pendidikan Universitas Airlangga ini juga menyediakan pelayanan terapi penanganan khusus bagi hewan akuatik dan hewan dengan penyakit infeksius. Tempat penanganannya ialah di basement, terdapat kolam dan juga ruang isolasi khusus pasien dengan penyakit infeksius.

1. Ruang Infeksius

Ruang ini digunakan untuk isolasi hewan yang terinfeksi virus, seperti kucing dengan virus FIP. Setiap pasien yang terjangkit virus berbeda dipisahkan sesuai dengan kelompok virus masing-masing.

2. Kolam

Terdapat dua kolam di basement rumah sakit ini, yang pertama dapat digunakan untuk menampung hewan akuatik seperti penyu, dan kolam kedua digunakan untuk terapi rehabilitatif. Terapi ini diperuntukkan bagi hewan yang memiliki gangguan gerak, untuk memulihkan fungsi motorik setelah cedera atau operasi.

RSHP Universitas Airlangga adalah Rumah sakit hewan yang komprehensif untuk menunjang berbagai kebutuhan kesehatan hewan, dari poliklinik penyakit ringan sampai bedah dan rehabilitasi.

Fasilitas yang memadai, seperti ruang operasi, USG, laboratorium, isolasi, bahkan kolam terapi telah disuguhkan agar semua prosedur pelayanan medis berjalan dengan efektif dan aman. Tenaga medis yang profesional juga siap memberikan kontribusi penuh untuk menangani berbagai pasien.

Penulis: Afifah Jihan Satiroh, Mahasiswi Universitas Airlangga

Editor: Handayat