JATENGKU.COM, BATANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam KKN IDBU Tim 50 merancang program optimalisasi peternakan berbasis pemberdayaan dan inovasi berkelanjutan di Dusun Buntit, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan tema program kerja tersebut adalah edukasi dan pelatihan terkait pentingnya pencatatan data pengelolaan hewan ternak dalam bentuk buku fisik pada Minggu (13/07/2025).

Dalam program kerja yang berlangsung selama bulan Juli ini, mahasiswa KKN Undip hadir memberikan edukasi secara langsung kepada peternak ayam telur milik Pak Mubarok di Dusun Buntit.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung dengan menggunakan buku arsip rancangan mahasiswa yang dirancang khusus agar mudah dipahami dan digunakan oleh peternak.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membangun kesadaran peternak akan pentingnya dokumentasi usaha. Pencatatan yang tertata akan membantu mereka mengevaluasi performa ternak, menghitung efisiensi pakan, dan tentu saja mempermudah akses terhadap pembiayaan atau peluang kerja sama di masa depan,” jelas Salimah Zahiyyah, salah satu anggota Tim KKN 50.

Sebelumnya, Pak Mubarok mengaku belum terbiasa mencatat aktivitas ternaknya secara terstruktur. “Biasanya saya nyatet itu cuma di kertas-kertas aja, kalau ada buku ini bagus jadi lebih rapi dan membantu,” ungkapnya saat sesi pelatihan.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar peternak di Dusun Buntit belum memiliki kebiasaan mencatat data usaha secara sistematis. Mereka cenderung mengandalkan ingatan pribadi atau mencatat secara acak di kertas lepas. Hal ini menyulitkan proses evaluasi usaha maupun pengambilan keputusan berbasis data.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tim 50 berinisiatif untuk memperkenalkan buku arsip sederhana yang berisi tabel-tabel penting seperti data produksi, kesehatan ternak, penjualan, pembelian/pengeluaran, dan catatan akhir bulan. Dengan menggunakan format yang praktis dan relevan, buku ini diharapkan mampu menjadi alat bantu manajemen yang efektif bagi para peternak.

Selama pelaksanaan, mahasiswa KKN Tim 50 mendampingi langsung proses pencatatan, sekaligus membuka ruang diskusi dengan Pak Mubarok untuk menyesuaikan format buku sesuai kebutuhan di lapangan. Antusiasme dan keterbukaan dari peternak menjadi modal penting untuk keberlanjutan praktik ini ke depan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan agar praktik pencatatan usaha ternak dapat menjadi kebiasaan baru yang diterapkan secara konsisten oleh para peternak di Dusun Buntit. Selain memberikan manfaat jangka pendek dalam hal efisiensi manajemen, kebiasaan ini juga dapat membuka peluang pengembangan usaha ke skala yang lebih besar di masa depan.

Penulis: Salimah Zahiyyah Muna, Mahasiswa Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Editor: Handayat