JATENGKU.COM, PEKALONGAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 15 Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mendorong lahirnya inisiatif yang relevan dengan kebutuhan desa. Kali ini, lewat program bertajuk “Pemisahan Keuangan Pribadi dan Usaha”, mahasiswa UNDIP menghadirkan edukasi dan diskusi interaktif yang ditujukan kepada pengurus BUMDes dan Koperasi Merah Putih di Balai Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan pada Senin (14/7/2025)
Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan Riris Tiani, S.S., M.Hum., Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa terhadap penguatan sistem pengelolaan usaha desa.
Mahasiswa melihat bahwa di tahap awal pendirian BUMDes dan koperasi, diperlukan pemahaman dasar terkait pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha sebagai fondasi dari sistem keuangan yang tertib dan akuntabel.
“Pemisahan keuangan bukan hanya soal rekening berbeda, tapi juga menyangkut kebiasaan dalam mencatat dan disiplin dalam mengelola arus kas. Jika tidak dicatat dan tidak dipisah, pelaku usaha tidak akan tahu apakah usahanya untung atau rugi,” ujar Neisya Aulia, mahasiswa KKN-T Tim 15 Universitas Diponegoro selaku pelaksana program.
Melalui format sosialisasi dan sharing session, kegiatan ini mengupas berbagai aspek penting seperti dampak mencampur keuangan pribadi dan usaha, prinsip pencatatan sederhana, serta contoh pencatatan praktis yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha desa. Peserta yang merupakan pengurus inti BUMDes dan Koperasi Merah Putih tampak antusias, dan menyampaikan pertanyaan terkait akuntansi dasar serta strategi pengelolaan usaha agar lebih efisien dan tertib.

Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah desa, yang menilai bahwa edukasi seperti ini sangat relevan untuk mendukung kesiapan desa dalam mengelola unit usaha secara profesional. Diharapkan, setelah kegiatan ini, pengurus dapat membangun kebiasaan pencatatan sejak awal, memahami posisi keuangan secara berkala, serta mampu mengambil keputusan berdasarkan data yang jelas.
Dengan adanya edukasi ini, mahasiswa UNDIP berharap pelaku usaha desa tidak hanya memahami pentingnya memisahkan keuangan, tetapi juga siap menerapkannya dalam operasional sehari-hari. Program ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan bagi ekonomi desa Blacanan.











