JATENGKU.COM, Sragen — Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Patrick Rama J, Mahasiswa KKN Tim 114 melaksanakan program kerja berupa re-desain masterplan rest area desa yang berlokasi di jalur Provinsi Solo–Purwodadi. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi lahan rest area yang telah mengalami perubahan fungsi, sehingga pemanfaatannya belum optimal dan belum mampu mewadahi kebutuhan pengguna jalan secara efektif.

Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang perancangan, Patrick Rama J, Mahasiswa KKN Tim 1143 melakukan proses re-desain dengan pendekatan analisis kondisi eksisting kawasan, potensi lokasi, serta karakter pergerakan pengguna jalan yang melintasi jalur provinsi tersebut. Tahap awal diawali dengan observasi lapangan, identifikasi pola sirkulasi kendaraan, kondisi lahan, aksesibilitas, serta keterkaitan lokasi rest area dengan aktivitas masyarakat desa sekitar.

Masterplan hasil re-desain kawasan rest area Desa Sumberejo yang dirancang oleh Patrick Rama J, mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, re-desain masterplan diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi lahan melalui penataan ruang yang lebih terstruktur, terintegrasi, dan adaptif terhadap perubahan fungsi kawasan. Perancangan dilakukan dengan membentuk zonasi yang jelas antara area parkir, ruang istirahat, fasilitas pendukung pengendara, ruang terbuka, serta area aktivitas ekonomi desa. Setiap zona dirancang dengan mempertimbangkan kenyamanan pengguna, efisiensi sirkulasi, dan kemudahan akses.

Re-desain ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik tata ruang, tetapi juga pada fungsi sosial dan ekonomi kawasan. Rest area dirancang sebagai ruang transit yang mampu menjadi titik interaksi antara pengendara dan masyarakat desa, sekaligus sebagai wadah pengembangan potensi lokal melalui penyediaan ruang bagi UMKM dan aktivitas ekonomi desa.

Melalui perancangan ini, rest area Desa Sumberejo diarahkan menjadi ruang publik fungsional berbasis kebutuhan pengguna jalan dan potensi desa, bukan sekadar tempat singgah, tetapi sebagai kawasan terencana yang memiliki nilai guna jangka panjang. Re-desain masterplan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan fasilitas desa, sekaligus menjadi bentuk implementasi peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan berbasis perencanaan ruang yang terstruktur dan kontekstual.

Editor: Handayat

Tag