JATENGKU.COM, PEKALONGAN — Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN), saya melaksanakan kegiatan monodisiplin berupa sosialisasi dan edukasi mengenai ekosistem laut kepada anak-anak di Desa Blacanan pada tanggal 16 Juli 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan setelah mereka selesai mengikuti kegiatan mengaji sore, sehingga suasana lebih santai namun tetap kondusif untuk belajar.
Mahasiswa KKN UNDIP di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., Riris Tiani, S.S., M.Hum, dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan ekosistem laut, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir yang secara langsung bergantung pada sumber daya laut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memberikan edukasi sejak usia dini, diharapkan anak-anak tidak hanya memahami peran laut sebagai sumber makanan dan penghidupan, tetapi juga menyadari bahwa laut adalah rumah bagi banyak makhluk hidup yang perlu dilindungi bersama. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup pengenalan tiga jenis ekosistem laut utama, yaitu terumbu karang, lamun, dan mangrove.
Anak-anak diajak mengenal karakteristik masing-masing ekosistem, contohnya terumbu karang sebagai “rumah ikan” yang indah dan penting, lamun sebagai padang rumput laut yang menjadi tempat mencari makan bagi biota seperti dugong, serta mangrove sebagai benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi dan ombak besar.
Selain itu, dijelaskan pula manfaat ekosistem laut bagi kehidupan manusia seperti sebagai sumber pangan, tempat wisata, hingga pelindung dari bencana alam. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian lingkungan dalam diri anak-anak.
Dengan mengenal, mereka bisa mencintai; dan dengan mencintai, mereka akan terdorong untuk menjaga laut serta menghindari aktivitas yang merusak, seperti membuang sampah sembarangan atau merusak habitat laut.
Agar materi lebih mudah dipahami dan menarik perhatian anak-anak, penyampaian dilakukan secara interaktif melalui media presentasi materi, gambar, cerita pendek, dan permainan kuis kecil bertema “Tebak Siapa Aku?” yang berisi ciri-ciri makhluk laut.
Anak-anak terlihat sangat antusias dan aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan selama sesi berlangsung. Pada saat sesi terakhir, saya menyiapkan beberapa pertanyaan untuk dijawab dan juga memberikan beberapa hadiah mini gift yang berupa snack sebagai penghargaan dan juga bentuk terima kasih saya karena sudah mendengarkan dan menyimak dengan baik.

Saya juga membuat modul pembelajaran anak-anak sebagai acuan serta media pembelajaran mereka. Di dalam modul pembelajran ini, saya juga memberikan teka-teki serta memberikan soal-soal matematika yang saya kaitkan dengan kesehatan ekosistem laut.
Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap laut dan lingkungan sekitar dalam diri anak-anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian alam sejak usia dini.
Dengan mengenalkan pentingnya ekosistem laut secara sederhana dan menyenangkan, anak-anak diajak untuk tidak hanya melihat laut sebagai tempat bermain atau mencari ikan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama.
Edukasi semacam ini diharapkan menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membentuk generasi pesisir yang peduli terhadap lingkungan, memiliki kesadaran ekologis, serta tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab atas keberlanjutan sumber daya alam di sekitarnya.
Meski sederhana, kegiatan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam upaya pelestarian laut yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sejak usia dini, dimulai dari anak-anak yang suatu hari nanti akan menjadi penjaga lingkungan mereka sendiri.
Penulis: Matthew Wilson (Ilmu Kelautan)










