JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa KKN Tematik IDBU Tim 45 Universitas Diponegoro oleh Irma Istiqomah yang melakukan sosialisasi dan demonstrasi secara langsung di Dusun Sironjang dan Dusun Winongsari, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang menghadirkan program kerja sosial kemasyarakat yang dilakukan secara bertahap yaitu pada hari Minggu, 29 Juni 2025 dan hari Jumat, 4 Juli 2025 terkait dengan kegiatan sosialisasi, serta dilanjutkan pada hari Minggu, 6 Juli 2025 terkait dengan kegiatan demonstrasi secara langsung yang dilakukan dengan pemberian materi singkat dan penanaman tanaman hortikultura sayur (cabai, terong, dan tomat) dan tanaman obat keluarga (jahe dan kunyit) yang dibarengi dengan praktik atau action secara langsung oleh ibu-ibu PKK.

Warga mengikuti penyuluhan budidaya tanaman sayur dan obat keluarga yang digelar oleh Irma Istiqomah, mahasiswa KKN UNDIP di Balai RT 4 RW 1 Dusun Winongsari, Jumat (4/7/2025)

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Sironjang dan Dusun Winongsasi dalam budidaya dan pemanfaatan tanaman hortikultura, khususnya sayuran dan tanaman obat keluarga yang dapat ditanam di sekitar pekarangan rumah.

Hal ini bertujuan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian pangan rumah tangga serta menekan pengeluaran belanja harian. Tanaman hortikultura sendiri mencakup tanaman sayur seperti cabai, tomat, terong, serta tanaman obat seperti jahe, kunyit yang memiliki nilai ekonomis dan kesehatan yang tinggi.

Budidaya tanaman-tanaman tersebut memerlukan perhatian khusus terhadap media tanam, penyiraman, pencahayaan, dan pengendalian hama maupun penyakit. Masyarakat seringkali masih lalai dan kurang memahami pentingnya tahapan pemeliharaan dalam proses budidaya tanaman, seperti penyiraman yang tepat, penyiangan gulma secara berkala, hingga pemupukan yang sesuai kebutuhan tanaman.

Mahasiswa KKN UNDIP bersama warga melakukan praktik penanaman tanaman hortikultura dalam rangka mendukung ketahanan pangan keluarga di Taman Toga, Minggu (6/7/2025)

Ketidaktepatan dalam pemeliharaan ini dapat berdampak pada pertumbuhan tanaman yang kurang optimal, rentan terserang hama dan penyakit, serta menurunnya hasil panen. Kurangnya informasi dan kebiasaan yang tidak sesuai dengan prinsip budidaya yang baik menjadi penyebab utama dari kesalahan dalam perawatan tanaman di tingkat rumah tangga sehingga diperlukan adanya sosialisasi dan praktik secara langsung terkait dengan budidaya tanaman yang baik dan benar.

Berbagai teknik budidaya dikenalkan dalam kegiatan ini, seperti teknik konvensional, hidroponik, akuaponik, dan vertikultur yang cocok diterapkan pada pekarangan terbatas. Materi juga mencakup tahapan lengkap dalam membudidayakan tanaman dari famili Solanaceae seperti cabai, tomat, dan terong, dimulai dari pemilihan benih unggul, persiapan lahan atau media tanam serta melakukan pengukuran atau pengecekan pH tanah, penyemaian, pindah tanam, pemeliharaan, hingga panen dan pascapanen.

Leaflet sosialisasi berupa materi penyuluhan berjudul “Teknik Budidaya Tanaman Hortikultura di Sekitar Pekarangan untuk Menekan Biaya Rumah Tangga” yang disusun dan dibagikan oleh Irma Istiqomah kepada warga Dusun Sironjang dan Winongsari.

Pemeliharaan dilakukan dengan penyiraman rutin, penyulaman tanaman yang rusak, perempelan tunas air, penyiangan gulma, serta pemupukan dengan pupuk organik. Panen dilakukan sesuai umur tanaman masing-masing, dengan cara yang hati-hati untuk menjaga kualitas hasil.

Untuk tanaman obat seperti jahe dan kunyit, peserta diajarkan cara memilih rimpang sehat, cara menanam yang benar, serta pemeliharaan melalui penyiraman, pembumbunan, dan pemupukan rutin. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara alami dengan pestisida nabati dan menjaga drainase agar tidak ada air yang menggenang.

Panen dilakukan saat tanaman cukup umur, dengan cara membongkar media tanam secara hati-hati, lalu dilakukan pembersihan dan pengeringan ringan sebelum disimpan atau diolah lebih lanjut. Selain itu, penggunaan alat digital pH meter juga dijelaskan untuk memastikan tingkat keasaman tanah berada pada kisaran ideal (pH 5,5–7,0), karena pH tanah sangat memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Judul materi bertema budidaya hortikultura sebagai program kerja monodisiplin KKN Tematik 2025.

Tidak hanya fokus pada teknik budidaya, kegiatan ini juga menekankan manfaat masing-masing tanaman bagi kesehatan, seperti cabai yang kaya vitamin C dan capsaicin, terong yang tinggi serat dan antioksidan, serta tomat yang mengandung likopen dan vitamin penting lainnya.

Jahe dan kunyit juga dikenal memiliki khasiat sebagai antiinflamasi alami dan sering digunakan sebagai bahan jamu maupun masakan. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan sayur dan obat sendiri dari pekarangan, tetapi juga semakin mandiri dan sadar akan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan untuk menunjang kesejahteraan keluarga.

Editor: Handayat

Tag