JATENGKU.COM, DEMAK – Mahasiswa Tim 4 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 95 Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan kegiatan edukasi berjudul “Kemasan Eco Friendly dan Pemasaran Digital” di Balai Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, pada Kamis (24/7) pukul 09.00–11.00 WIB.

Acara ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelaku UMKM, Ibu PKK, Ibu Fatayat, hingga perangkat desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan kemasan ramah lingkungan sekaligus memberikan wawasan strategi pemasaran produk secara daring.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro, yang didasarkan pada Surat Tugas Rektor Nomor 274-096/UN7.D2/PM/IV/2025 berjudul “Peningkatan Valuasi Ekonomi Masyarakat Desa berdasarkan Pengelolaan Daerah Rehabilitasi Mangrove dan Kawasan Konservasi Rajungan Berkelanjutan di Betahwalang, Demak”.

Program ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan Dr. E. Drs. Hersugondo, M.M. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. dari Fakultas Sains dan Matematika, serta Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Desa Betahwalang dikenal sebagai salah satu desa pesisir yang produktif dengan berbagai hasil olahan laut, produk berbahan baku mangrove, hingga jajanan pasar khas daerah. Produk-produk ini menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat, tetapi sebagian besar masih menggunakan kemasan plastik sekali pakai yang sulit terurai.

Kondisi ini tidak hanya berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga membuat daya jual produk menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, mahasiswa Tim 4 KKN-T 95 UNDIP merasa perlu memberikan pemahaman mendalam terkait alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan dan strategi pemasaran yang dapat memperluas jangkauan produk.

Mahasiswa Tim 4 KKN-T 95 Universitas Diponegoro memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Betahwalang mengenai kemasan eco friendly dan pemasaran digital melalui platform Shopee pada Kamis (24/7/2025).

Melalui kegiatan edukasi, mahasiswa menyampaikan alasan pentingnya beralih ke kemasan eco friendly, seperti membantu mengurangi sampah plastik, menjaga kesehatan konsumen, dan meningkatkan daya tarik produk di mata pembeli. Peserta juga diberikan panduan cara memilih kemasan yang sesuai, mulai dari mempertimbangkan keamanan bahan, ketahanan produk di dalamnya, hingga estetika desain kemasan. Selain itu, peserta dikenalkan dengan berbagai jenis kemasan ramah lingkungan yang dapat digunakan, seperti kemasan berbahan kertas daur ulang, karton kraft, karton box, daun pisang, bambu, anyaman pandan, botol kaca, serta stainless steel. Mahasiswa juga membagikan buku saku panduan kemasan eco friendly agar peserta dapat mempelajari kembali materi tersebut di rumah.

Tidak hanya membahas kemasan, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemasaran digital, khususnya melalui platform Shopee yang kini banyak digunakan konsumen. Peserta diperkenalkan cara membuat akun toko di Shopee, langkah-langkah mengunggah produk dengan foto dan deskripsi yang menarik, serta tips agar produk bisa muncul di pencarian dan mendapat lebih banyak pembeli. Strategi promosi melalui fitur gratis ongkir dan diskon juga dijelaskan agar pelaku UMKM dapat bersaing di pasar daring.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang antusias bertanya mengenai cara memulai penggunaan kemasan eco friendly serta langkah-langkah menjual produk di Shopee. Buku saku yang dibagikan pun menjadi bekal tambahan agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh secara mandiri. Para peserta menyampaikan bahwa materi yang diberikan jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan usaha mereka.

Mahasiswa Tim 4 KKN-T 95 Universitas Diponegoro berfoto bersama perwakilan peserta kegiatan seusai edukasi mengenai penggunaan kemasan ramah lingkungan dan strategi pemasaran digital pada Kamis (24/7/2025).

Salah satu pelaku UMKM di Desa Betahwalang menyampaikan bahwa kegiatan ini memberinya banyak ide baru untuk mengembangkan usahanya. “Kami jadi tahu ada banyak pilihan kemasan yang ramah lingkungan dan juga belajar cara memasarkan produk di Shopee. Semoga ini bisa membantu produk Betahwalang lebih dikenal luas,” ungkapnya.

Peserta lain yang merupakan Ibu PKK juga menambahkan, “Buku saku yang dibagikan sangat membantu karena bisa kami pelajari kembali di rumah. Kegiatan seperti ini semoga bisa rutin dilakukan karena bermanfaat sekali bagi masyarakat.”

Sendi Dwi Willyanto, selaku Ketua Tim 4 KKN-T 95 UNDIP, turut menyampaikan rasa terima kasih atas partisipasi seluruh peserta.

“Kami senang masyarakat Betahwalang bisa antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Harapan kami, materi yang sudah kami sampaikan dapat mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan dan memanfaatkan pemasaran digital demi produk yang lebih berkualitas,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada perangkat desa yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan baik.

Pak Abdullah Taufiq yang merupakan Kepala Desa Betahwalang turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang dinilai sangat relevan dengan kondisi desanya.

“Banyak pelaku UMKM di Betahwalang yang memproduksi olahan laut dan mangrove. Kami sangat mendukung kegiatan ini karena bisa membantu mengurangi sampah plastik sekaligus mendorong UMKM untuk naik kelas. Betahwalang memiliki potensi besar dan jika kemasan produknya bisa lebih menarik, lalu dipasarkan dengan cara yang tepat, maka peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas semakin terbuka,” jelasnya.

Kepala desa berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan edukasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Desa Betahwalang untuk mengurangi sampah plastik sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan desa.

Dengan adanya buku saku yang dibagikan, peserta memiliki panduan yang bisa terus mereka pelajari dan terapkan setelah kegiatan berakhir. Semangat masyarakat yang tinggi diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan dan perekonomian lokal.

Penulis: Kenya Meidiananti Wijaya

Editor: Handayat