JATENGKU.COM, Demak — Desain Penataan dan Pengembangan Lapangan Terbuka Desa menjadi salah satu program unggulan Sosial Kemasyarakatan yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN-T Tim 37 Universitas Diponegoro di Desa Mranggen. Program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pemanfaatan ruang publik desa agar lebih fungsional, tertata, dan bernilai guna bagi masyarakat.
Permasalahan utama yang dihadapi selama ini adalah belum optimalnya fungsi lapangan desa sebagai sarana olahraga akibat kurangnya penataan ruang, pembagian zona aktivitas, serta fasilitas pendukung yang memadai. Selain itu, keberadaan UMKM lokal di sekitar lapangan yang belum tertata dengan baik menyebabkan aktivitas ekonomi berjalan kurang terorganisir dan berpotensi mengganggu fungsi utama lapangan sebagai ruang publik bersama.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Februari 2026 di Kantor Kelurahan Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dengan melibatkan perangkat desa dan stakeholder terkait. Melalui perencanaan desain yang terstruktur dan berorientasi kebutuhan masyarakat, program ini diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi lapangan desa sebagai pusat aktivitas olahraga, sekaligus menciptakan ruang usaha UMKM yang tertata, nyaman, dan representatif. Dengan demikian, lapangan desa tidak hanya berperan sebagai sarana rekreasi dan olahraga, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal yang berkelanjutan.
“Sebelum memasuki tahap perancangan, kegiatan diawali dengan observasi lapangan dan pengumpulan data secara langsung di wilayah Desa Mranggen. Mahasiswa KKN-T Tim 37 Universitas Diponegoro melaksanakan survei untuk mengidentifikasi kondisi fisik lapangan, meliputi luas area, topografi, aksesibilitas, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Selain itu, dilakukan pula perhitungan jumlah lapak UMKM serta pengukuran dimensi masing-masing lapak sebagai dasar perencanaan penataan ruang”, ucap Rendi Ardiansyah, koordinator program desain lapangan

Berdasarkan hasil observasi tersebut, mahasiswa melakukan analisis terhadap potensi lapangan dan kebutuhan fasilitas yang diperlukan guna mendukung kegiatan olahraga serta pengembangan UMKM lokal. Tahap selanjutnya adalah penyusunan perencanaan desain yang diawali dengan pembuatan sketsa tata letak dua dimensi (2D) yang menggambarkan penataan zona aktivitas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung, serta akses jalan. Sketsa tersebut kemudian dikembangkan ke dalam bentuk visualisasi model tiga dimensi (3D) agar rancangan desain dapat dipahami secara lebih jelas, komprehensif, dan realistis oleh seluruh pihak terkait.

Proses perancangan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Selama proses tersebut, mahasiswa secara aktif melakukan asistensi dan konsultasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) guna memastikan kesesuaian desain dengan kondisi aktual di lapangan serta kebutuhan masyarakat desa. Melalui program ini, diharapkan “Desain Penataan dan Pengembangan Lapangan Terbuka Desa guna Mendukung Kegiatan Olahraga dan UMKM Lokal” dapat menjadi acuan perencanaan yang aplikatif dan siap direalisasikan dalam pengembangan lapangan desa ke depan.










