JATENGKU.COM, SEMARANG — Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat, Alieffia Dian Deastanti selaku mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, melaksanakan program kerja monodisiplin bertajuk “Pengenalan Sastra Anak melalui Fabel dan Legenda”.

Program ini dilaksanakan di pusat lokasi yaitu Pasar Krempyeng di Dusun Sironjang, dengan sasaran utama anak-anak usia taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) di bawah bimbingan akademik Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto M.Agr.Sc., Ph.d., IPU. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari ilmu kebahasaan dan kesastraan yang dipelajari di bangku perkuliahan, sekaligus upaya nyata untuk meningkatkan minat literasi sejak usia dini, terutama di lingkungan pedesaan.

Dusun Sironjang dan Dusun Dukuh merupakan wilayah yang cukup jauh dari akses fasilitas pendidikan dan literasi yang memadai.

Anak-anak di wilayah ini pada umumnya belum banyak terekspos dengan dunia sastra secara langsung, terutama dalam bentuk cerita fabel dan legenda yang memiliki nilai edukatif dan moral.

Oleh karena itu, kehadiran program ini mendapat sambutan yang sangat positif, baik dari anak-anak sebagai peserta, orang tua, maupun perangkat desa setempat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap selama beberapa hari, dengan sesi yang disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak-anak. Setiap sesi dirancang dengan suasana yang menyenangkan, hangat, dan interaktif agar anak-anak dapat menerima materi dengan baik.

Dengan menggunakan metode mendongeng sebagai pendekatan utama untuk memperkenalkan karya sastra kepada anak-anak. Cerita-cerita fabel seperti Jerapah yang Sombong, Katak dan Ular, hingga Kancil Mencuri Timun dibawakan dengan penuh ekspresi, dilengkapi dengan gambar karakter, serta ilustrasi berwarna-warni untuk menarik perhatian anak-anak.

Tak hanya fabel, cerita legenda juga diperkenalkan sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai lokal dan budaya nusantara. Legenda-legenda seperti Asal-Usul Danau Toba, Rawa Pening, dan Tangkuban Perahu menjadi cerita-cerita favorit anak-anak.

Dalam setiap sesi, tidak hanya membacakan cerita, namun juga mengajak anak-anak untuk berdiskusi ringan tentang pesan moral yang bisa diambil dari kisah-kisah tersebut.

Dengan metode ini, anak-anak bukan hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga ikut terlibat secara aktif dan kritis. Salah satu kegiatan yang paling menarik dan menjadi sorotan adalah sesi “Menceritakan Kembali” dimana anak-anak diajak menceritakan cerita fabel atau legenda versi secara ulang di depan teman-temannya.

Semua kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca dan belajar melalui sastra. Respon dari masyarakat sangat positif. Orang tua mengaku senang melihat anak-anak mereka begitu antusias dan bersemangat setiap kali sesi dimulai. Tak sedikit pula yang berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilanjutkan atau bahkan diadakan secara rutin, karena mereka melihat langsung manfaatnya dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, imajinasi, dan moral anak-anak.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, sebagai pelaksana program, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan ini. Alieffia, juga menegaskan bahwa sastra anak bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana penting dalam membentuk karakter, menanamkan nilai budaya, dan melatih kecakapan berpikir kritis sejak usia dini.

Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga baginya secara pribadi, karena dapat melihat langsung bagaimana ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa berdampak nyata dalam kehidupan masyarakat.

Di akhir kegiatan, Alieffia menyerahkan beberapa buku bacaan anak kepada pihak dusun sebagai bentuk kontribusi literasi berkelanjutan. Ia berharap, meskipun dalam bentuk sederhana, program ini dapat menjadi titik awal tumbuhnya semangat literasi dan kecintaan terhadap sastra di kalangan generasi muda pedesaan.

Dengan mengusung pendekatan sastra yang menyenangkan, program kerja monodisiplin ini menjadi bukti bahwa karya sastra anak mampu menjadi jembatan antara ilmu dan pengabdian, antara kampus dan masyarakat, serta antara masa kecil dan masa depan.

Penulis: Alieffia Dian Deastanti, Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya
Dosen Pembimbing: Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto M.Agr.Sc., Ph.d., IPU.

Editor: Handayat

Tag