JATENGKU.COM, SEMARANG — Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 85 Kelompok 1 UNDIP memberikan sosialisasi Ecobrick pada Senin (21/7/2025) dan Selasa (22/7/2025). Edukasi tersebut menyasar anak-anak SD, terutama SDN Tambangan 01. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari yang dibagi menjadi edukasi dan lomba pembuatan ecobrick.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja multidisiplin 2 yang berjudul “Pemanfaatan dan Pengolahan Limbah Plastik Melalui Program 3R” dari tim KKN-T IDBU 85 yang dibawakan oleh Ahmad Dzaky Ranggajaya, mahasiswa kimia Universitas Diponegoro.
Ecobrick sendiri adalah botol plastik yang diisi dengan plastik bekas untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Konsep di balik Ecobrick ini memanfaatkan dan mendaur ulang plastik bekas pakai untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai macam barang, termasuk furnitur, dinding taman, dan bangunan lainnya.
Botol-botol kemasan plastik ini diproduksi terutama sebagai sarana untuk mengelola plastic bekas pakai dengan cara mewadahinya dengan aman dan mengurangi luas permukaan bersih dari plastik yang dikemas untuk secara efektif menangani plastik agar tidak terurai menjadi racun dan mikroplastik.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak dalam mengelola sampah yang baik sebagai bagian dari 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan memanfaatkan ecobrick sebagai penerapannya. Program ini juga menekankan pentingnya mengelola sampah yang baik agar tidak menimbulkan bahaya pada Kesehatan, khususnya di masa tua akibat penumpukkan senyawa kimia yang berbahaya dalam tubuh.
Siswa SDN Tambangan 01 sebagian besar masih belum mengetahui tentang bahaya kimiawi yang dapat ditimbulkan oleh pengelolaan sampah plastik yang tidak benar seperti pembakaran, penguburan, dan pembuangan ke sumber air. Oleh karena itu edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa hingga dewasa nanti.
Pemaparan materi ini juga disertai dengan pembagian poster ke pihak SDN Tambangan 01 yang diharapkan dapat terus menjadi pengingat untuk mengelola sampah plastik dengan baik dan benar.
Untuk menanamkan minat dalam membuat ecobrick, dilakukan juga lomba antar grup untuk membuat ecobrick paling bagus. Lomba ini diadakan antar anak SD kelas 4 atas usulan dari kepala sekolah SDN Tambangan 01. Aspek yang dinilai yakni kekompakkan, berat, dan tanpa rongga.
Kegiatan perlombaan ini disambut dengan antusias oleh para siswa yang diperlihatkan dengan banyaknya ecobrick yang terbuat melebihi ekspektasi. Selain itu jumlah ecobrick yang dibuat cukup banyak meskipun hanya sekitar 1-2 jam kegiatan.
Para wali kelas SDN Tambangan yang siswanya mengikuti kegiatan ini juga mengucapkan terima kasih kepada tim KKN-T IDBU Tim 85 UNDIP atas inisiatif dan dedikasinya dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi anak-anak. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan setiap tahun agar siswa semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Dengan adanya program edukasi dan lomba ecobrick ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah maupun lingkungan sekitar. Tidak hanya sekadar membuang sampah pada tempatnya, namun juga mengolah dan memanfaatkannya kembali sehingga dapat mengurangi pencemaran plastik di lingkungan dan mengurangi risiko akibat mikroplastik dan senyawa kimia lainnya.
Penulis: Ahmad Dzaky Ranggajaya
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL):
1. Dr.techn. Asep Muhamad Samsudin, S.T.,M.T.
2. Prof. Dr.Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T











