JATENGKU.COM, Semarang – Dunia perkuliahan tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan yang dimiliki ke dalam praktik kerja nyata. Hal inilah yang dibuktikan oleh Ariyanti Puspitasari, mahasiswi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang menjalani program magang profesional di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.

Selama kurang lebih dua bulan pelaksanaan magang, Ariyanti ditempatkan di Bidang Pemberdayaan Koperasi, sebuah bidang yang berperan penting dalam pengembangan dan penguatan koperasi di Kota Semarang. Melalui berbagai kegiatan, ia tidak hanya belajar mengenai administrasi dan tata kelola lembaga, tetapi juga memahami secara langsung proses pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Magang ini menjadi pengalaman berharga bagi saya. Saya bisa melihat secara langsung bagaimana pemerintah bekerja untuk membantu koperasi dan pelaku usaha kecil agar bisa terus berkembang,” tutur Ariyanti saat ditemui di akhir masa magangnya.

Dalam kesehariannya, Ariyanti banyak membantu pekerjaan administrasi dan teknis, seperti menginput data anggota koperasi, mengarsipkan dokumen, menyusun laporan pelatihan, hingga membantu penyusunan surat kerja sama antara koperasi dan mitra BUMN. Kegiatan-kegiatan tersebut menuntut ketelitian dan tanggung jawab tinggi, mengingat dokumen yang diolah menjadi bagian dari arsip resmi dinas.

Tak hanya di balik meja kerja, Ariyanti juga terjun langsung dalam sejumlah kegiatan lapangan. Ia berkesempatan membantu tim pelaksana pelatihan Manajemen Koperasi Kelurahan Merah Putih yang dilaksanakan di Hotel Muria. Dalam kegiatan tersebut, ia bertugas mengelola absensi peserta, menyiapkan perangkat presentasi, serta mendokumentasikan jalannya pelatihan dari awal hingga akhir.

Dari kegiatan itu saya belajar bagaimana caranya bekerja di acara formal, menjaga komunikasi dengan peserta, dan memastikan semua berjalan sesuai rencana. Saya juga jadi lebih paham pentingnya kerja sama dan koordinasi tim,” ungkapnya.

Selain itu, Ariyanti juga turut membantu dalam kegiatan Inkubasi Koperasi Coaching Clinic di PLUT Semarang, serta Demo Day Koperasi, yang merupakan ajang bagi koperasi untuk menampilkan inovasi dan hasil pemberdayaan. Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam bagian administrasi dan dokumentasi, memastikan setiap momen penting terekam dengan baik untuk keperluan laporan kegiatan.

Dari berbagai pengalaman itu, Ariyanti mengaku mendapatkan banyak pelajaran baru, tidak hanya dalam hal teknis, tetapi juga dalam aspek soft skill. Ia belajar mengenai manajemen waktu, disiplin kerja, komunikasi profesional, serta etika bekerja di lingkungan pemerintahan. Setiap tugas, sekecil apapun, menjadi kesempatan baginya untuk memahami dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.

“Saya merasa lebih percaya diri setelah mengikuti magang ini. Setiap hari saya belajar hal baru, mulai dari cara menyusun laporan dengan baik, berkoordinasi dalam tim, sampai menghadapi tantangan yang muncul di lapangan,” tambahnya.

Pihak Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang sendiri mengapresiasi kehadiran para mahasiswa magang dari UPGRIS yang dinilai mampu beradaptasi dengan cepat serta membantu kelancaran sejumlah kegiatan kedinasan. Melalui program magang seperti ini, dinas juga berharap dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman nyata tentang dunia kerja, khususnya di sektor pemerintahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bagi Ariyanti, magang ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan bagian dari proses tumbuh menjadi pribadi yang lebih profesional dan siap menghadapi dunia kerja. Ia berharap pengalaman ini menjadi pijakan awal untuk terus berkontribusi bagi masyarakat melalui bidang yang ia tekuni.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan magang di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang. Lingkungannya suportif, banyak ilmu yang saya pelajari, dan semuanya sangat bermanfaat untuk bekal karier saya ke depan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Program magang yang dijalankan mahasiswa UPGRIS ini merupakan bagian dari implementasi program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa untuk belajar langsung di dunia kerja. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktis, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai profesionalitas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.

Dengan semangat belajar dan dedikasi yang tinggi, pengalaman Ariyanti di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang menjadi contoh nyata bahwa magang bukan sekadar kegiatan sementara, tetapi merupakan proses pembelajaran hidup yang mematangkan karakter, keterampilan, dan wawasan seorang mahasiswa.

Penulis: Ariyanti Puspita Sari

Editor: Handayat