JATENGKU.COM, Surabaya — Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi oleh virus ini menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai COVID-19. Dampaknya dapat bervariasi, mulai dari keluhan pernapasan ringan, infeksi paru-paru berat, hingga kondisi yang mengancam jiwa.

SARS-CoV-2, yang sering disebut sebagai virus Corona, adalah varian baru dari kelompok Coronavirus yang dapat menginfeksi manusia. Virus ini bisa menyerang berbagai kelompok usia, termasuk lansia, orang dewasa, anak-anak, bayi, serta ibu hamil dan menyusui.

Menurut data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jumlah kasus terkonfirmasi positif hingga 21 Juni 2022 adalah 6.069.255 orang, dengan jumlah kematian 156.695 jiwa. Dari angka tersebut, diketahui tingkat kematian (case fatality rate) akibat COVID-19 adalah sekitar 2,6%.

Jumlah ini menurun dari 3,4% pada bulan Januari 2022 lalu. Meski jumlah kematian akibat COVID-19 tergolong tinggi, angka kesembuhan dari COVID-19 juga terus bertambah. Data terakhir menyebutkan, jumlah penyintas atau orang yang pernah terinfeksi virus Corona kemudian sembuh adalah 5.903.461 orang.

Berbagai peralatan laboratorium medis, merepresentasikan fasilitas dan alat vital yang digunakan oleh Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) atau analis kesehatan.

Penanganan wabah ini tentunya tidak terlepas dari peran seorang ATLM atau analis kesehatan yang pada saat itu turut membantu dalam penanganan wabah COVID-19. Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) atau yang lebih dikenal sebagai Analis Kesehatan merupakan profesi di bidang kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan, pengukuran, penetapan, serta pengujian terhadap berbagai bahan yang berasal dari manusia maupun non-manusia.

Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan jenis penyakit, penyebab gangguan kesehatan, serta faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan individu maupun masyarakat. Berdasarkan UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 11 ayat 12, Ahli Teknologi Laboratorium Medis adalah sebutan bagi tenaga yang bekerja di laboratorium medis dan melakukan serangkaian pemeriksaan yang dapat membantu mengidentifikasi penyakit, mencari penyebabnya, serta memantau proses penyembuhan pasien.

Pada masa pandemi COVID-19, profesi ini menjadi salah satu tenaga kesehatan yang sangat berperan. Analis Kesehatan atau ATLM memegang peranan penting dalam proses diagnosis COVID-19 karena mereka bertanggung jawab melakukan analisis terhadap sampel tubuh pasien, baik melalui usapan (swab) dari tenggorokan maupun sampel darah. ATLM menjadi bagian sentral dalam penanganan kasus COVID-19, karena hasil pemeriksaan yang mereka lakukan akan menentukan langkah medis lanjutan yang harus diberikan kepada pasien.

Selama masa pandemi, ATLM menjalankan tugas yang jauh lebih kompleks daripada pemeriksaan rutin. Mereka harus memastikan mutu dan ketepatan setiap hasil tes, yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan diagnosis serta penanganan pasien COVID-19. Huq Ronny et al. (2023) menjelaskan bahwa meskipun menghadapi kendala seperti kekurangan tenaga dan meningkatnya beban pekerjaan, para profesional laboratorium tetap berpegang pada standar operasional yang ketat agar hasil pemeriksaan tetap valid dan dapat dipercaya.

Selain itu, mereka berperan dalam menjaga mutu laboratorium dan menerapkan aturan keselamatan kerja yang ketat guna mencegah penyebaran infeksi di lingkungan kerja. Phillips et al. (2023) juga menyoroti bahwa pendidikan klinis bagi tenaga laboratorium selama pandemi mengalami banyak perubahan, yang membantu meningkatkan kompetensi serta kemampuan adaptasi mereka dalam menghadapi krisis kesehatan global.

Peran ATLM tidak hanya terbatas pada pemeriksaan laboratorium saja. Mereka juga mendukung pemantauan perkembangan penyakit serta evaluasi efektivitas terapi pada pasien COVID-19. Wang et al. (2024) mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium dapat menjadi indikator penting dalam memprediksi kondisi pasien, khususnya bagi pasien dengan risiko tinggi seperti penerima transplantasi ginjal yang terinfeksi SARS-CoV-2.

Dengan demikian, ATLM berfungsi sebagai garda terdepan dalam menyediakan data klinis yang sangat dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan medis. Piubello Orsini et al. (2024) menambahkan bahwa kemampuan adaptif tenaga kesehatan, termasuk ATLM, menjadi aspek penting dalam menghadapi dinamika pandemi, karena kemampuan mereka berinovasi dan menyesuaikan diri dengan cepat mampu memperkuat sistem kesehatan secara keseluruhan.

Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM) memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya pada masa pandemi COVID-19. Tidak hanya bertugas melakukan pemeriksaan laboratorium secara akurat dan berkualitas, ATLM juga berperan penting dalam menjaga mutu laboratorium, menerapkan protokol keselamatan kerja, serta memastikan hasil tes yang dapat dipercaya sebagai dasar diagnosis dan terapi pasien. Pandemi menuntut ATLM untuk beradaptasi dengan berbagai tantangan, seperti peningkatan beban kerja, keterbatasan sumber daya, serta perubahan metode pendidikan dan praktik laboratorium.

Selain melakukan pemeriksaan, ATLM turut berkontribusi dalam pemantauan perkembangan penyakit dan evaluasi efektivitas terapi, di mana hasil laboratorium menjadi indikator penting dalam menentukan prognosis pasien, terutama pada kasus berisiko tinggi. Kemampuan ATLM untuk berinovasi, beradaptasi, dan mempertahankan standar profesionalisme menjadikan profesi ini salah satu pilar utama dalam memperkuat respons kesehatan masyarakat selama pandemi maupun di masa yang akan datang.

Penulis: Jihan Qonita (414251049), Mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medik, Universitas Airlangga

Editor: Handayat