JATENGKU.COM, Sumberejo – Pemasangan lampu jalan di wilayah yang minim penerangan memiliki peran penting dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi pengguna jalan pada malam hari. Lampu jalan membantu mengurangi risiko kecelakaan, mencegah tindak kriminal, serta meningkatkan visibilitas dan kesadaran pengguna jalan di lingkungan desa.
Namun, selain keterbatasan jumlah penerangan, Desa Sumberejo juga menghadapi permasalahan lain, yaitu warga sering lupa menyalakan dan mematikan lampu jalan secara manual. Kondisi ini menyebabkan lampu terkadang tidak menyala saat malam hari atau justru tetap menyala pada siang hari, sehingga berdampak pada pemborosan energi listrik dan menurunnya efektivitas penerangan jalan.
Menjawab permasalahan tersebut, Hafizh Gymnastiar Ahmad, mahasiswa S1 Teknik Elektro, mencetuskan sebuah program kerja berjudul “Instalasi Lampu Jalan Berbasis Photocell di Desa Sumberejo, Kabupaten Sragen.” Program ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penerangan di beberapa titik jalan desa serta belum adanya sistem otomatis yang dapat mengatur waktu nyala lampu secara efisien.
Melalui program kerja ini, diharapkan pemasangan lampu jalan berbasis photocell dapat menjadi solusi atas permasalahan penerangan jalan di Desa Sumberejo. Sistem ini memungkinkan lampu menyala dan mati secara otomatis sesuai dengan kondisi cahaya lingkungan, sehingga tidak lagi bergantung pada pengoperasian manual oleh warga. Selain meningkatkan keamanan, penerapan teknologi ini juga berkontribusi pada penghematan energi listrik desa.
Lampu jalan berbasis photocell merupakan sistem penerangan yang menggunakan sensor cahaya untuk mendeteksi kondisi terang dan gelap di sekitar. Sensor photocell akan mengaktifkan lampu ketika kondisi mulai gelap dan mematikannya kembali saat cahaya matahari sudah cukup terang. Dengan cara kerja tersebut, lampu dapat beroperasi secara optimal tanpa risiko lupa menyalakan atau mematikan.
Proses instalasi lampu jalan berbasis photocell tergolong cukup sederhana namun tetap mengutamakan aspek keselamatan. Tahapan instalasi meliputi penentuan lokasi pemasangan yang strategis dan memiliki paparan cahaya matahari yang cukup, pemasangan lampu dan rangkaian listrik sesuai standar, serta pengintegrasian sensor photocell ke sistem penerangan. Setelah terpasang, sistem diuji untuk memastikan lampu dapat bekerja otomatis sesuai kondisi lingkungan.


Penerapan lampu jalan berbasis photocell ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Sumberejo, seperti peningkatan keamanan lingkungan, efisiensi penggunaan energi, serta pengurangan beban pengelolaan lampu jalan secara manual. Program ini juga menjadi sarana edukasi teknologi bagi masyarakat desa, bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari.










