Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan kegiatan Pemasangan Media Biopori sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan upaya pencegahan genangan air di wilayah Desa Sulang. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan secara sederhana namun berkelanjutan.
Kegiatan pemasangan media biopori dilaksanakan di lingkungan Desa Sulang dengan melibatkan mahasiswa KKN UPGRIS serta masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari perangkat desa dan tokoh masyarakat, di antaranya Pak Budi selaku Ketua RT 1 dan Pak Sugiman selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sulang.
Media biopori merupakan lubang resapan air yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dan berfungsi untuk meningkatkan daya serap air hujan sekaligus sebagai sarana pengelolaan sampah organik. Melalui pemasangan biopori, diharapkan air hujan dapat lebih cepat meresap ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi genangan air serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UPGRIS melakukan pembuatan lubang biopori menggunakan alat bor biopori pada beberapa titik yang dinilai rawan genangan air. Setelah lubang dibuat, biopori diisi dengan sampah organik seperti daun kering dan sisa tanaman yang nantinya akan terurai secara alami dan bermanfaat untuk kesuburan tanah.
Pak Budi selaku Ketua RT 1 menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS dalam melaksanakan kegiatan pemasangan media biopori di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi lingkungan sekitar, terutama dalam mengurangi genangan air saat musim hujan. Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan biopori yang telah dipasang serta meniru langkah tersebut di lingkungan rumah masing-masing.
Sementara itu, Pak Sugiman selaku Ketua BPD Desa Sulang menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam mendukung program desa yang peduli terhadap lingkungan. Ia menegaskan bahwa pemasangan biopori merupakan solusi sederhana namun efektif dalam mengatasi permasalahan lingkungan, seperti genangan air dan pengelolaan sampah organik. Keterlibatan mahasiswa KKN dinilai mampu memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Selain melakukan pemasangan, mahasiswa KKN UPGRIS juga memberikan penjelasan singkat kepada warga mengenai fungsi dan manfaat biopori, serta cara perawatannya agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga keberadaan biopori tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi risiko genangan dan banjir, serta mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS ingin menanamkan kesadaran bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang mudah dilakukan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara gotong royong antara mahasiswa dan warga, dimulai dari penentuan titik lokasi, pengeboran lubang, hingga pengisian sampah organik. Waktu dan tempat kegiatan disesuaikan dengan kondisi lingkungan Desa Sulang dan dilaksanakan pada area yang membutuhkan peningkatan resapan air.
Melalui kegiatan Pemasangan Media Biopori ini, hasil yang dicapai adalah terpasangnya beberapa titik biopori yang siap berfungsi sebagai lubang resapan air dan media pengolahan sampah organik. Lingkungan menjadi lebih tertata, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat.
Kegiatan KKN UPGRIS Mengabdi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi Desa Sulang. Dengan adanya media biopori, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat lingkungan yang lebih sehat, serta menjadikan kegiatan ini sebagai contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.











