JATENGKU.COM, BATANG — Dalam upaya meningkatkan kesehatan ternak dan kapasitas peternak lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Penanganan Ternak Sakit dan Pembuatan Obat Alami untuk Diare dan Oralit Ternak”, yang diselenggarakan di Desa Bringin, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang pada Sabtu (12/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh para peternak kambing dan sapi yang antusias mengikuti penyuluhan serta praktik langsung yang diberikan oleh mahasiswa KKN bersama dosen pembimbing lapangan.

Dalam sesi edukasi, para peternak dibekali pengetahuan tentang gejala-gejala umum penyakit pada ternak, terutama penyakit pencernaan seperti diare yang sering menyerang akibat perubahan cuaca, pakan yang kurang tepat, atau sanitasi kandang yang kurang terjaga.

“Kami ingin peternak tidak hanya tahu bahwa ternaknya sakit, tapi juga paham cara menangani dengan cepat dan benar sebelum menunggu bantuan dari pihak luar,” ujar Gilang Dwi Ramadhan, Salah satu anggota KKN-T Tim 50 Kelompok Bringin.

Selain edukasi, pelatihan praktik pembuatan obat diare alami dan oralit untuk ternak menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Obat diare dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti daun jambu biji, kunyit, dan air rebusan ketumbar, yang berfungsi sebagai antibakteri dan pengikat cairan. Sementara itu, oralit alami dibuat dengan mencampurkan air matang, garam, dan gula merah untuk mengembalikan elektrolit tubuh ternak yang hilang.

“Kami mengajarkan cara membuat obat herbal ini karena mudah didapat dan murah, namun tetap aman serta efektif jika diberikan sesuai takaran,” tambahnya.

Salah satu warga dusun Bringin, Bapak Suti, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat membantu peternak kami, apalagi di musim pancaroba seperti sekarang ini ternak lebih rentan sakit,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap para peternak dapat menjadi lebih mandiri dalam merawat ternaknya dan mampu mengatasi gejala penyakit ringan tanpa harus selalu bergantung pada obat pabrikan. Kegiatan ini juga membuka diskusi lanjutan mengenai pentingnya manajemen kesehatan ternak secara preventif.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian leaflet panduan pembuatan obat alami serta tips menjaga kebersihan kandang dan sanitasi pakan.

Editor: Handayat