JATENGKU.COM, BATANG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Salah satu UMKM yang mendapat sentuhan inovasi digital adalah Daminan Kopi, usaha lokal milik Mas Daroni di Dusun Cepoko, Desa Tumbrep, Kabupaten Batang. Inovasi ini merupakan hasil kontribusi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 41 Dusun Cepoko.
Melalui dua program kerja utama, Daminan Kopi kini memiliki katalog digital berbasis QR Code dan akun Instagram resmi sebagai sarana promosi. Program ini digagas oleh dua mahasiswa, Camelia Putri Ramadhanti dan Mishel Deriani Afriadi.
Camelia Putri merancang pembuatan katalog digital menggunakan aplikasi me.qr, yang kemudian diubah menjadi QR Code praktis. Katalog ini memuat daftar produk yang bisa langsung diakses pelanggan melalui pemindaian kode.
Tak hanya membuatkan QR Code, Camelia juga menyerahkan poster panduan berisi langkah-langkah penggunaan, pembaruan isi katalog, dan edukasi langsung agar Mas Daroni dapat mengelolanya secara mandiri.
“Di era serba digital ini, kemudahan akses informasi produk sangat penting. Katalog digital berbasis QR code akan meningkatkan profesionalisme dan daya saing Daminan Kopi,” jelas Camelia.

Sementara itu, Mishel Deriani fokus pada sisi promosi digital dengan membuatkan akun Instagram resmi Daminan Kopi dan memberikan edukasi terkait digital marketing. Edukasi ini disampaikan dalam bentuk booklet berjudul Panduan Promosi Melalui Media Sosial untuk UMKM, yang disusun sendiri oleh Mishel dan dijelaskan langsung kepada pemilik usaha.
“Kegiatan ini bertujuan membantu pelaku UMKM lokal memahami pentingnya branding dan promosi digital. Harapannya, Daminan Kopi bisa lebih dikenal luas dan usahanya berkembang,” ujar Mishel.
Melalui integrasi teknologi informasi dan media sosial, Daminan Kopi kini memiliki dua instrumen utama untuk menghadapi tantangan pemasaran era digital. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan akses dan jangkauan pasar, tetapi juga menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Dusun Cepoko untuk mulai memanfaatkan teknologi digital. Program KKN ini pun menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UNDIP dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui IPTEK.











