JATENGKU.COM, Klaten – Upaya pengurangan sampah berbasis partisipasi masyarakat terus didorong di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Melalui Program Multidisiplin 2, Muh Rafi Prajavas Yudinanda, mahasiswa Universitas Diponegoro dari KKN Reguler Tim 1 Kelompok 95, melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk Pengenalan Program Pengurangan Intensif Bulanan Iuran Sampah kepada masyarakat desa.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan melibatkan pemuda desa, ibu ibu PKK, dan perwakilan warga. Dalam pelaksanaannya, materi sosialisasi tidak hanya terbatas pada pengenalan iuran sampah bulanan, tetapi juga diperluas pada pengenalan konsep bank sampah serta penjelasan teknis alur pengambilan sampah TPS3R agar mudah dipahami dan dapat diterapkan oleh masyarakat.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang tertib sebagai upaya mencegah penumpukan sampah dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Selain itu, dijelaskan pula potensi manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah bernilai, khususnya botol plastik, melalui mekanisme bank sampah yang dikelola bersama.

Respons positif datang dari komunitas pemuda Desa Ngandong. Salah satu perwakilan pemuda menyampaikan, “Program ini membuka peluang bagi kami untuk membuat kegiatan pengumpulan botol plastik. Hasilnya bisa menambah kas komunitas pemuda dan disalurkan ke bank sampah agar berjalan aktif.”

Ibu ibu PKK Desa Ngandong juga menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Salah satu perwakilan PKK menyatakan, “Kami merasa terbantu dengan penjelasan teknis bank sampah. Kami siap mendukung dan mengajak warga agar program ini bisa berjalan dengan baik.”

Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Program Pengurangan Intensif Sampah Bulanan dan Pengenalan Bank Sampah di Desa Ngandong

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Desa Ngandong memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Keterlibatan pemuda dan ibu ibu PKK diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan memberi manfaat bagi komunitas desa.

Editor: Handayat

Tag