JATENGKU.COM, BATANG – Perawatan hewan ternak yang optimal tidak hanya bergantung pada kualitas pakan, tetapi juga memerlukan perhatian serius terhadap aspek lain yang mendukung pertumbuhan sehat dan produktivitas ternak. Dalam dunia peternakan, terdapat tiga faktor utama yang sangat menentukan keberhasilan pemeliharaan yakni feeding (pemberian pakan), breeding (pembiakan), dan management (manajemen). Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan harus diharmonisasikan untuk memperoleh hasil terbaik.

Feeding atau pemberian pakan sehat menjadi dasar penting untuk memastikan hewan menerima nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Breeding memegang peranan vital dalam memilih dan mengawinkan induk ternak dengan kualitas genetik unggul agar menghasilkan keturunan yang produktif.

Namun, faktor management—yang meliputi perawatan kandang, kesehatan ternak, pencegahan penyakit, serta aspek pemasaran produk—kerap kali menjadi tantangan utama bagi peternak skala mikro dan kecil di pedesaan.

Melihat potensi tersebut dan untuk memberikan solusi praktis, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro, Rafi Hanif Naufal dari jurusan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, menginisiasi program berupa desain kandang sehat yang ideal bagi kambing ternak.

Program ini merupakan bagian dari tema besar tim KKN-T yaitu “Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kampus PSDKU Batang melalui Peningkatan Produktivitas Kambing Domba” yang dilaksanakan selama bulan Juli 2025.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut mengadopsi pendekatan langsung dengan mendatangi lokasi peternakan di Dusun Buntit, Desa Tumbrep. Tahap sosialisasi dan edukasi berjalan pada tanggal 16 Juli 2025 di kandang milik Pak Tarmadi, salah satu peternak kambing setempat.

Di sana, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mendalam mengenai konsep kandang yang ideal dan sehat, sekaligus memperlihatkan contoh desain yang mudah diaplikasikan oleh para peternak dengan menggunakan bahan dan teknik yang efisien serta ramah lingkungan.

Tidak hanya penjelasan lisan, mahasiswa juga menyediakan leaflet informatif yang berisi panduan lengkap tentang pondasi, struktur, ventilasi, kebersihan kandang, serta tata letak yang mendukung sirkulasi udara dan pencegahan penyakit. Leaflet tersebut menjadi bahan referensi permanen yang dapat dimanfaatkan para peternak untuk membangun atau memperbaiki kandang mereka secara mandiri di kemudian hari.

Desain kandang yang ideal ini bertujuan menjaga kesehatan kambing dengan mengurangi risiko infeksi dan stress akibat kondisi kandang yang buruk.

Kandang yang terawat dengan baik juga meminimalisir serangan hama dan meningkatkan kenyamanan ternak sehingga berpengaruh positif terhadap tingkat kelahiran dan pertumbuhan kambing. Dengan manajemen kandang yang baik, produktivitas kambing dapat meningkat signifikan, yang secara langsung berkontribusi pada pendapatan dan kesejahteraan peternak..

Program KKN ini tidak hanya mengajarkan konsep teknis, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya manajemen peternakan yang terpadu dan berkelanjutan, sehingga mampu membangun ekosistem peternakan yang sehat dan produktif. Dengan dukungan perguruan tinggi sebagai mitra pengembangan masyarakat, diharapkan para peternak di Dusun Buntit dan sekitarnya dapat menjalankan usaha ternak kambing yang lebih profesional dan kompetitif.

Secara keseluruhan, inovasi desain kandang ideal yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan kambing ternak di Dusun Buntit.

Upaya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi peternak lain di Kabupaten Batang untuk menerapkan manajemen kandang yang baik dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Penulis: Rafi Hanif Naufal, Jurusan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro

Editor: Handayat