JATENGKU.COM, SEMARANG — Dalam rangka mendukung program pengembangan kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 118 Universitas Diponegoro menggelar program kerja multidisiplin yang berfokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tema besar KKN-T 118 yakni “Program Pengembangan Produk Kesehatan untuk Meringankan Gejala Sindrom Metabolik”. Kelompok 2 dari KKN-T 118 telah melaksanakan dua kali program kerja multidisiplin yang mengusung semangat gotong royong dan edukasi kesehatan berbasis lingkungan.
Kegiatan pertama berlangsung pada 7 Juli 2025 di RT 9, tepatnya di depan PAUD Teratai Bangsa. Dengan melibatkan Ibu Ketua RT 09, Ketua RW 2, dan tiga warga lainnya, mahasiswa menanam berbagai jenis TOGA seperti sereh, sirih, jahe, kencur, dan temulawak. Penanaman dilakukan menggunakan media tanam berupa polybag dan tanah sekitar lokasi.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua RW 2 Kelurahan Sambiroto, Bapak Harmanto, yang turut memberikan arahan lokasi penanaman paling sesuai. Para mahasiswa terlibat aktif dalam proses ini dengan semangat kolaboratif yang tinggi.

Program kedua digelar pada 13 Juli 2025 di RT 13 RW 2, berdekatan dengan Bank Sampah Sido Makmur. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama ibu-ibu PKK melakukan pemilahan sampah kardus, kaleng, dan botol plastik untuk kemudian memanfaatkan galon plastik bekas sebagai pot tanaman TOGA.
Galon yang telah dipotong dan dilubangi dicat dengan nuansa merah-putih, menyambut peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tanah untuk media tanam diperoleh dari lingkungan sekitar, dan kegiatan ditutup dengan penanaman TOGA secara serempak.
Dengan dilaksanakannya kedua program ini, Kelompok 2 KKN-T 118 berharap masyarakat dapat lebih mengenal dan memanfaatkan tanaman herbal secara mandiri sebagai alternatif pengobatan tradisional. Inisiatif ini sekaligus menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan preventif berbasis lingkungan.











