JATENGKU.COM, SEMARANG – Semangat kebersihan dan inovasi kreatif tumbuh di Kelurahan Penggaron Kidul, Semarang, berkat inisiatif Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro. Tim KKN IDBU 86 yang dibimbing oleh Pak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum, Bu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Pak Bagus Nuari Priambudi, S.T., M.T ini menghadirkan sebuah program yang berhubungan erat dengan program pemerintah yaitu Program Bank Sampah.

Khususnya kelompok 1 yang berada di RW 01 ini memberikan edukasi juga fasilitas yang dapat menunjang program di RW 01. Melalui program  yang berjudul “Strategi Edukatif dan Fasilitatif dalam Meningkatkan Kesadaran Pemilahan Sampah Rumah Tangga di Lingkungan Warga,” mahasiswa tim KKN berhasil menanamkan kebiasaan baru yaitu pilah sampah dari skala rumah tangga, sekaligus membuka jalan bagi warga untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah.

Program ini hadir sebagai upaya dalam membangun sistem sampah mulai dari skala rumah tangga. Program ini memiliki tujuan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada warga Kelurahan Penggaron Kidul dan juga memberikan fasilitas berupa tempat sampah sebagai media pemilahan sampah pada setiap RT.

Program yang dirancang dengan pendekatan edukatif dan fasilitatif ini dapat mendorong warga menjadi lebih kreatif dalam mengelola sampah yang sudah dipilah dari mulai di rumah. Program ini pun dapat menjadi awalan atau pengetahuan baru bagi warga Kelurahan Penggaron Kidul dalam mendukung Program Bank Sampah yang telah diusung oleh Wali Kota Semarang.

Mahasiswa KKN UNDIP Kelompok 1 menyerahkan fasilitas tempat sampah pilah kepada perwakilan warga RW 01 Kelurahan Penggaron Kidul sebagai dukungan nyata terhadap gerakan pemilahan sampah dari rumah, Sabtu (12/07/2025)

Acara berlangsung dihadiri oleh ibu-ibu PKK RW 01, bersamaan dengan acara perkumpulan PKK RW 01. Acara ini mendapatkan sambutan baik dan hangat dari para warga yang hadir. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan tujuan memberikan informasi serta pemahaman komprehensif mengenai proses kreatif yang bisa dilakukan dalam pengelolaan pilah sampah skala rumah tangga.

Rangkaian acara diawali oleh pembukaan acara PKK seperti pembacaan doa, pancasila, dan mars PKK. Setelah itu rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi edukasi kepada warga mengenai proses pemilahan sampah, mahasiswa KKN memaparkan secara komprehensif mengenai jenis-jenis sampah dan cara untuk memilah sampah organik, anorganik, dan B3.

Rangkaian selanjutnya yaitu edukasi mengenai bahaya sampah yang tidak dipilah, salah satu bahayanya yaitu dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, hingga laut. Terlebih banyak ikan yang sering dikonsumsi warga berasal dari laut. Maka, edukasi dilanjutkan dengan mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai ciri ikan yang segar juga tips & trik untuk memilih ikan segar.

Rangkaian acara program KKN ini ditutup dengan praktik cerdas mengenai pengolahan sampah yang sudah dipilah. Sebagai salah satu cara kreatif yang bisa dilakukan yaitu mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan proses pembuatan pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga secara langsung kepada warga.

Praktik atau pelatihan ini dapat menjadi wadah untuk para warga mendapatkan ide kreatif dalam mengolah sampah organik. Cara kreatif ini pun dapat menjadi pengetahuan bagi para ibu PKK dalam mengolah sampah dapur secara mandiri dengan skala rumah tangga. Hal ini mendorong Kelurahan Penggaron Kidul menjadi Desa Kreatif.

Selain sesi edukasi, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro juga memberikan fasilitas pendukung untuk proses pemilahan sampah dan keberlanjutan program ini yaitu penyediaan tempat sampah pilah dan sistem pembukuan digital bank sampah. Penyediaan tempat sampah pilah ini berlaku untuk masing-masing RT berupa tempat sampah organik dan anorganik juga dilengkapi papan edukasi pilah sampah.

Hal tersebut dapat memudahkan warga dalam memilah sampah sesuai jenisnya. Selanjutnya mahasiswa KKN juga membuatkan sistem pembukuan digital program Bank Sampah, disertai dengan pelatihan dalam menggunakan sistem pembukuan digital program Bank Sampah ini. Sistem ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempermudah pengelolaan bank sampah, sehingga hadir program Bank Sampah yang efektif, kreatif, dan sudah masuk ranah digital.

Tim KKN Universitas Diponegoro, kelompok1, menyatakan “Kami berharap program yang telah dilaksanakan mulai dari edukasi pemilahan sampah hingga pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos sebagai salah satu cara kreatif pengolahan sampah ini tidak berhenti sampai acara ini saja. Tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan baru dalam pengolahan sampah warga Kelurahan Penggaron Kidul dan mengantarkan Kelurahan Penggaron Kidul sebagai Desa Kreatif.”

Editor: Handayat