Sragen – Pemanfaatan lahan kosong di pekarangan rumah mulai dilirik sebagai solusi produktif dan berkelanjutan. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa menghadirkan sistem aquaponik skala rumah tangga yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman sayur.
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 119 telah melaksanakan program kerja yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan warga. Gagasan ini berangkat dari pekarangan rumah warga yang seringkali terlihat digunakan untuk membakar sampah dan dibiarkan tidak dimanfaatkan secara optimal. Melihat kondisi ini, Tim KKN-119 terdorong untuk memberikan solusi yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat sekitar.
Sistem aquaponik dinilai efisien dalam pemanfaatan lahan sempit karena instalasi dapat menghemat ruang, menghemat penggunaan air karena memanfaatkan air kolam ikan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, dan dapat membantu menjaga kualitas air kolam agar tetap layak bagi ikan melalui peran tanaman sebagai penyaring alami.
Dalam pelaksanaannya, pembuatan instalasi aquaponik dilakukan secara bertahap mulai dari penyiapan bahan, perakitan rangka, pemasangan pipa dan wadah tanam, hingga pengisian media tanam dan penebaran bibit sayuran. Instalasi akuaponik dibuat dalam pekarangan rumah warga yang memiliki ternak lele, sehingga pemasangannya disesuaikan dengan kondisi kolam.
Program ini juga disertai dengan sosialisasi penerapan sistem akuaponik, dimana tim KKN memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai cara pembuatan, perawatan, serta pemanfaatan hasil aquaponik. Melalui program ini, diharapkan warga dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya lebih maksimal dengan menghasilkan sayur dan ikan konsumsi untuk kebutuhan harian. Selain itu, dengan adanya program ini, diharapkan dapat menjadi sebuah langkah sederhana untuk membangun kemandirian pangan masyarakat sekitar.
Ke depannya, tim KKN juga berharap instalasi sistem aquaponik yang telah dibuat dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh warga setempat. Melalui serah terima program dan pendampingan perawatan, aquaponik diharapkan menjadi program berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk ketahanan paPemanfaatan lahan kosong di pekarangan rumah mulai dilirik sebagai solusi produktif dan berkelanjutan. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa menghadirkan sistem aquaponik skala rumah tangga yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman sayur.
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Tim 119 telah melaksanakan program kerja yang diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan warga. Gagasan ini berangkat dari pekarangan rumah warga yang seringkali terlihat digunakan untuk membakar sampah dan dibiarkan tidak dimanfaatkan secara optimal. Melihat kondisi ini, Tim KKN-119 terdorong untuk memberikan solusi yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan oleh masyarakat sekitar.
Sistem aquaponik dinilai efisien dalam pemanfaatan lahan sempit karena instalasi dapat menghemat ruang, menghemat penggunaan air karena memanfaatkan air kolam ikan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, dan dapat membantu menjaga kualitas air kolam agar tetap layak bagi ikan melalui peran tanaman sebagai penyaring alami.
Dalam pelaksanaannya, pembuatan instalasi aquaponik dilakukan secara bertahap mulai dari penyiapan bahan, perakitan rangka, pemasangan pipa dan wadah tanam, hingga pengisian media tanam dan penebaran bibit sayuran. Instalasi akuaponik dibuat dalam pekarangan rumah warga yang memiliki ternak lele, sehingga pemasangannya disesuaikan dengan kondisi kolam.
Program ini juga disertai dengan sosialisasi penerapan sistem akuaponik, dimana tim KKN memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar mengenai cara pembuatan, perawatan, serta pemanfaatan hasil aquaponik. Melalui program ini, diharapkan warga dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya lebih maksimal dengan menghasilkan sayur dan ikan konsumsi untuk kebutuhan harian. Selain itu, dengan adanya program ini, diharapkan dapat menjadi sebuah langkah sederhana untuk membangun kemandirian pangan masyarakat sekitar.
Ke depannya, tim KKN juga berharap instalasi sistem aquaponik yang telah dibuat dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh warga setempat. Melalui serah terima program dan pendampingan perawatan, aquaponik diharapkan menjadi program berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat jangka panjang untuk ketahanan pa











