JATENGKU.COM, SEMARANG — Desa Sironjang, yang terletak di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan edukatif mengenai literasi keuangan digital dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro Tim 45 di bawah bimbingan Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M. Agr.Sc., Ph.D., IPU.

Dalam rangka mendukung peningkatan inklusi keuangan nasional, salah satu mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP melaksanakan program kerja bertajuk “Investasi Aman dan Mudah Melalui Aplikasi Bibit” pada Minggu (29/6/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar investasi reksa dana kepada generasi muda desa sebagai langkah awal membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Fokus utama edukasi ini adalah pada reksa dana pasar uang, yaitu jenis reksa dana yang tergolong rendah risiko namun tetap menawarkan imbal hasil yang kompetitif, sehingga sangat ideal untuk investor pemula.

Reksa Dana Pasar Uang: Aman, Terjangkau, dan Cocok untuk Pemula

Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek dengan jatuh tempo di bawah satu tahun. Karena karakternya yang stabil dan fluktuasinya rendah, reksa dana jenis ini cocok untuk investor yang ingin memulai dengan risiko minimal, namun tetap mendapatkan return lebih tinggi dibandingkan tabungan konvensional.

“Banyak anak muda yang ingin berinvestasi tapi takut rugi. Reksa dana pasar uang bisa menjadi solusi awal karena mudah dipahami, minim risiko, dan bisa dimulai dari nominal kecil,” jelas Farizka, pelaksana program KKN.

Tutorial: Memilih Instrumen Reksa Dana Pasar Uang di Aplikasi Bibit

Dalam kegiatan yang berlangsung di Dusun Sironjang, peserta diajak untuk langsung mencoba memilih dan membeli produk reksa dana pasar uang melalui aplikasi Bibit. Berikut langkah-langkah edukatif yang disampaikan:

1. Unduh aplikasi Bibit dari Play Store atau App Store.

2. Registrasi akun dan isi profil risiko.

3. Pilih menu “Rekomendasi”, lalu sesuaikan jenis reksa dana menjadi “Pasar Uang”.

4. Dari daftar yang muncul, bandingkan instrumen berdasarkan data return 1 tahun terakhir.

5. Pilih instrumen dengan return tahunan tertinggi dan konsisten

6. Masukkan jumlah nominal investasi (bisa mulai dari Rp10.000), lalu lakukan pembayaran.

Pendekatan ini tidak hanya mengenalkan cara membeli, tetapi juga membiasakan peserta untuk membaca data dan mempertimbangkan performa produk sebelum mengambil keputusan investasi.

Menyasar Generasi Muda: Investasi sebagai Kebiasaan Positif

Kegiatan ini secara khusus menyasar pemuda desa karena mereka merupakan kelompok yang paling adaptif terhadap teknologi dan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi digital di masa depan. Dengan membekali mereka pengetahuan dasar tentang investasi, diharapkan muncul kebiasaan baru yang lebih produktif dalam mengelola keuangan pribadi.

“Kami ingin generasi muda desa menyadari bahwa investasi bukan sesuatu yang jauh dari jangkauan. Lewat teknologi, investasi bisa diakses siapa saja dengan cara yang aman dan mudah,” tambah Farizka

Informasi Tambahan

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN-T Universitas Diponegoro Tim 45 yang dilaksanakan di Desa Sironjang, bersama mahasiswa dari lintas fakultas yang menjalankan berbagai program tematik seperti literasi hukum, UMKM, pertanian, dan digitalisasi layanan publik.

Informasi lanjutan mengenai hasil kegiatan dapat diakses melalui situs resmi desa:
https://dusunsironjangpakintelan.odoo.com/en

Penulis: Farizka Maya Pradipta

Editor: Handayat

Tag