Kawasan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pretek kini tampil lebih modern dengan hadirnya teknologi tepat guna di area greenhouse. Guna mendukung produktivitas para ibu tani, mahasiswa KKN meluncurkan inovasi sistem penyiram tanaman otomatis berbasis Arduino Uno. Inovasi ini dirancang untuk memastikan tanaman di dalam pot yang berada di kawasan KWT tetap terhidrasi secara optimal tanpa harus bergantung pada penyiraman manual setiap waktu.

 

Pemilihan greenhouse KWT sebagai lokasi program kerja didasari oleh semangat para anggota kelompok dalam membudidayakan berbagai tanaman pangan dan hortikultura. Namun, tantangan muncul ketika cuaca di dalam greenhouse cenderung lebih panas, yang menyebabkan media tanam dalam pot lebih cepat mengering.

CAPTION: “Presisi di Balik Inovasi.” Anggota tim KKN Desa Pretek sedang melakukan proses coding dan perakitan sistem penyiram tanaman otomatis. Memastikan setiap baris kode dan sambungan kabel pada Arduino Uno bekerja sempurna sebelum diaplikasikan untuk membantu produktivitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pretek.

Sistem cerdas ini hadir sebagai solusi mandiri. Dengan ditenagai oleh dua buah baterai Li-ion 3,8V yang disusun secara seri, alat ini bekerja tanpa memerlukan instalasi kabel listrik yang rumit di area greenhouse. Otak dari sistem ini adalah mikrokontroler Arduino Uno yang terintegrasi dengan sensor kelembapan tanah (soil moisture sensor) dan Relay 1 Channel 5V.

“Teknologi ini bekerja secara otomatis berdasarkan kebutuhan tanaman. Sensor akan mendeteksi kadar air langsung dari media tanah di pot. Jika tanah terdeteksi kering, sistem akan memerintahkan pompa untuk menyala,” jelas salah satu mahasiswa KKN saat melakukan instalasi. Begitu sensor mendeteksi tingkat kelembapan sudah cukup, aliran air akan terhenti secara otomatis melalui kendali relay.

Penerapan pada media pot di dalam greenhouse KWT ini memberikan keuntungan ganda. Selain menghemat tenaga para ibu anggota KWT, penggunaan air juga menjadi jauh lebih efisien. Air hanya dialirkan saat tanaman benar-benar membutuhkannya, sehingga nutrisi dalam tanah tidak hilang akibat penyiraman yang berlebihan.

Selain pemasangan alat, mahasiswa KKN juga melakukan sosialisasi dan edukasi teknis kepada anggota KWT mengenai cara perawatan alat dan sistem kerjanya. Hal ini bertujuan agar para anggota KWT dapat mengoperasikan secara mandiri dan memahami dasar-dasar teknologi tersebut untuk keberlanjutan program.

Hadirnya alat penyiram otomatis ini diharapkan mampu memicu semangat inovasi bagi warga Desa Pretek, khususnya dalam pengembangan smart farming skala rumah tangga. Melalui sinergi antara teknologi dan semangat gotong royong KWT, Desa Pretek selangkah lebih dekat menuju kemandirian pangan yang cerdas dan berkelanjutan.

Editor: Handayat

Tag