JATENGKU.COM, SUKOHARJO – Dalam upaya mendukung keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Adam Ramadhan, seorang mahasiswa Akuntansi dari Universitas Diponegoro (Undip), menggelar program sosialisasi kemasyarakatan (SosMas) tentang pengelolaan keuangan terhadap sektor UMKM pada Sabtu (19/07/2025).
Program KKN (KKN-T IDBU 29, Desa Plumbon) ini menyasar para pelaku UMKM di Desa Plumbon, Kecamatan Mojolaban, yang sebelumnya telah melalui proses pengamatan dan pendekatan oleh mahasiswa.
Dengan metode pendekatan personal, Adam mengunjungi satu per satu pelaku UMKM di lokasi usaha mereka. Setiap pelaku usaha diberikan edukasi langsung dengan materi bertajuk “Master Plan Keuangan” yang disajikan dalam bentuk poster edukatif dan CoCard (kartu informasi) berukuran kecil agar mudah dibaca dan disimpan.
Materi yang disampaikan berfokus pada pemisahan dan alokasi keuangan yang sehat. Konsep utama yang diperkenalkan adalah metode alokasi 40-30-20-10, yaitu:
- 40% untuk kebutuhan utama (biaya operasional usaha dan kebutuhan pokok keluarga).
- 30% untuk investasi dan tabungan (pengembangan usaha atau dana darurat).
- 20% untuk keinginan atau kebutuhan pribadi.
- 10% untuk kegiatan keagamaan atau sosial.
Agar mudah dipahami, Adam memberikan contoh-contoh yang konkret dan relevan dengan realitas bisnis UMKM, seperti membedakan antara kebutuhan usaha (pembelian bahan baku) dan keinginan (mengganti peralatan yang masih layak pakai dan keinginan personal lainnya).
Program ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para pelaku UMKM. Salah satu pemilik usaha bahkan secara khusus berkonsultasi mengenai tantangan dalam menyisihkan 30% pendapatan untuk tabungan atau investasi, sebuah praktik yang belum pernah ia terapkan.

“Menanggapi hal tersebut, saran awal yang saya berikan adalah memulai dari hal paling mendasar, yaitu mencatat setiap detail pemasukan dan pengeluaran. Dari catatan itulah kita baru bisa mulai melakukan alokasi dana secara disiplin sesuai porsinya,” jelas Adam.
Sebagai penutup dari setiap sesi sosialisasi, poster edukatif kemudian ditempel di tempat usaha UMKM tersebut. Langkah ini bertujuan agar materi tidak hanya menjadi pengingat bagi pemilik usaha, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas yang berkunjung.
Penulis: Adam Ramadhan, Mahasiswa Akuntansi, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan:
Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.
dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si.Med., Ph.D
Prof. Dr. Ir. Suharyanto, M.Sc.
Novia Sari Ristanti, S.T., M.T.










