“Kurangi Limbah, Ciptakan Manfaat”
Boyolali, 26 Januari 2026 —
Mahasiswa KKN-T TIM I Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pemaparan program sosial masyarakat berupa pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di Dukuh Maluan, Desa Teras, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 15 orang ibu-ibu PKK yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebiasaan masyarakat yang masih membuang minyak jelantah secara sembarangan setelah digunakan untuk memasak. Padahal, minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T UNDIP mengajak masyarakat untuk melihat minyak jelantah sebagai limbah rumah tangga yang masih memiliki nilai guna.
Acara diawali dengan perkenalan dan penyampaian materi singkat mengenai pengertian minyak jelantah, dampak negatif pembuangannya terhadap lingkungan, serta cara sederhana mengurangi bau minyak jelantah sebelum diolah. Peserta juga diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah tidak aman untuk digunakan kembali sebagai bahan memasak, meskipun telah disaring.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga proses pencetakan lilin. Ibu-ibu PKK tampak menyimak dengan penuh perhatian dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses pembuatan, keamanan penggunaan lilin aromaterapi, serta pemanfaatan minyak jelantah untuk keperluan lain.
Sebagai bentuk tindak lanjut edukasi, mahasiswa KKN-T UNDIP juga membagikan brosur berisi informasi pengelolaan minyak jelantah dan langkah-langkah pembuatan lilin aromaterapi. Selain itu, ibu-ibu PKK turut menerima lilin aromaterapi hasil olahan minyak jelantah yang telah dibuat sebelumnya, sehingga peserta dapat langsung melihat, mencium aroma, dan merasakan manfaat dari produk yang dihasilkan.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian pesan keselamatan dalam penggunaan lilin aromaterapi, seperti tidak menyalakan lilin tanpa pengawasan dan menjauhkannya dari bahan yang mudah terbakar. Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK Dukuh Maluan semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga serta terdorong untuk memanfaatkan minyak jelantah secara lebih bijak dan ramah lingkungan.
Penulis: Salsabilla Dani











